Topikberita.id., Ternate – Sebuah longboat berpenumpang empat orang terbalik di perairan Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu (13/9/2026).

Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, dua orang berhasil diselamatkan, sementara satu korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian tim gabungan.

Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Ternate, Ferdinando Jofandri Rugebret, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 11.05 WIT.

“Di Kelurahan Dufa-Dufa terdapat satu insiden yaitu longboat yang tenggelam dengan POB (Person on Board) empat orang,” ujar Ferdinando.

Dari empat orang yang berada di dalam longboat, tiga korban telah berhasil dievakuasi. Dua korban ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan satu korban lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Mudafar M. Kadir, warga Kelurahan Toboleu, Kecamatan Ternate Utara. Sementara dua korban selamat yakni Zaid Abdullah dan Ibrahim. Adapun satu korban yang masih dalam pencarian bernama Muhammad Affan.

Untuk menemukan korban yang masih hilang, Basarnas Ternate mengerahkan tim untuk melakukan penyisiran di permukaan air sekaligus penyelaman di sekitar lokasi kejadian.

“Adapun upaya yang kami lakukan yaitu kami melakukan dua tipe, yaitu pencarian di atas air dan yang kedua adalah penyelaman,” ungkap Ferdinando.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Basarnas Ternate, Lanal Ternate, serta organisasi penyelaman yang telah dikoordinasikan untuk membantu proses pencarian.

Komandan Lanal Ternate, Kolonel Laut (P) Ristanto Putro, mengatakan sekitar 30 personel dikerahkan untuk mendukung operasi pertolongan. Personel tersebut terdiri dari tim kesehatan dan unsur penyelamatan. Lanal Ternate juga menyiapkan dua peralatan selam untuk mendukung proses pencarian korban.

Hingga Minggu siang, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi terbaliknya longboat. Tim penyelam juga kembali dikerahkan untuk melanjutkan pencarian terhadap Muhammad Affan.

Ferdinando menjelaskan, operasi pencarian biasanya dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Penghentian sementara pada sore atau malam hari dilakukan dengan mempertimbangkan jarak pandang serta faktor keselamatan tim di lapangan.

Basarnas Ternate turut mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengikuti peringatan dari instansi terkait.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang beraktivitas di laut perlu memperhatikan faktor cuaca,” pungkas Ferdinando.

Ia meminta masyarakat tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca dinilai berbahaya atau terdapat imbauan untuk menghentikan aktivitas di laut.

Hingga saat ini, pencarian terhadap Muhammad Affan masih terus dilakukan tim gabungan di sekitar perairan Kelurahan Dufa-Dufa, Kota Ternate.*(Iksan/red)