OJK, BI dan BPR Syariah Bahari Ajak Pelajar SDN 7 Ternate Cerdas Kelola Keuangan Sejak Dini
Topikberita.id., Ternate – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Utara bersama Bank Indonesia (BI) dan PT BPR Syariah Bahari Berkesan mengajak pelajar SD Negeri 07 Kota Ternate membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia dini.Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan yang digelar di SD Negeri 07 Kota Ternate, Kamis (11/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Ternate sekaligus rangkaian Road to Bulan Inklusi Keuangan 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Ternate, Dr. Muslim Gani, yang mewakili Sekretaris Daerah Kota Ternate selaku Koordinator TPAKD, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Ridwan Ali, Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kota Ternate Nursanah Somadayo, serta jajaran guru dan siswa SD Negeri 07 Kota Ternate.
Kepala OJK Provinsi Maluku Utara, Adi Surahmat, mengatakan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang tinggi perlu diimbangi dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan.
Ia menyebut ekonomi Maluku Utara tumbuh 19,64 persen secara tahunan pada triwulan I 2026 dan 15,35 persen pada triwulan II. Angka tersebut berada jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang masing-masing mencapai 5,61 persen dan 5,29 persen.
Namun, menurut Adi, tingginya pertumbuhan ekonomi belum cukup jika tidak diikuti dengan peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan Maluku Utara tercatat sebesar 77,18 persen, sedangkan indeks literasi keuangan mencapai 48,65 persen. Keduanya masih berada di bawah rata-rata nasional yang masing-masing mencapai 93,61 persen dan 69,57 persen.
“Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan keuangan yang sehat sejak dini. Salah satunya dengan membiasakan anak-anak menabung,” ujar Adi.
Adi juga menjelaskan, sejak resmi diresmikan pada 9 Desember 2025, OJK Provinsi Maluku Utara telah melaksanakan 35 kegiatan literasi keuangan dengan total 4.456 peserta. OJK juga telah memfasilitasi 615 pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel).
Dalam kegiatan tersebut, pelajar mendapatkan sejumlah materi mengenai pengelolaan keuangan. Materi pertama disampaikan Ummulchair Jureje, Asisten Manajer Bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Maluku Utara.
Dengan tema “Pelajar Cerdas Keuangan, Wujudkan Masa Depan Sejahtera”, siswa diajak memahami peran OJK sekaligus membangun kebiasaan sederhana dalam mengatur uang saku.
Salah satu pesan yang ditekankan adalah konsep “Sisihkan, bukan Sisakan”, yakni membiasakan menyisihkan sebagian uang jajan untuk ditabung sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya. Pelajar juga diajak membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebelum membelanjakan uang.
Materi berikutnya disampaikan Direktur Utama PT BPR Syariah Bahari Berkesan, H. Risdan Harly. Ia memperkenalkan produk Simpanan Pelajar atau SimPel sebagai sarana bagi pelajar untuk mulai membangun kebiasaan menabung.
Risdan menjelaskan, SimPel dirancang khusus bagi pelajar dengan persyaratan administrasi yang relatif mudah. Produk tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk menyisihkan uang secara rutin sekaligus belajar mengelola keuangan secara mandiri.
Sementara itu, Administrator Perkasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Chubaid Hakim, memberikan edukasi mengenai “Cinta, Bangga, Paham Rupiah”.
Melalui materi tersebut, para siswa dikenalkan dengan fungsi uang sebagai alat pembayaran, satuan hitung, dan penyimpan nilai. Siswa juga diajak mengenali ciri-ciri keaslian rupiah untuk menghindari peredaran uang palsu.
Hakim turut mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat uang rupiah melalui prinsip 5J, yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan dibasahi, jangan diremas, dan jangan distapler.
Adi Surahmat berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi awal terbentuknya kebiasaan positif dalam mengelola keuangan di kalangan pelajar.
Ia mengajak para siswa untuk rajin menabung, terus belajar, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki cita-cita tinggi.
“Jadilah generasi Maluku Utara yang berkarakter dan cerdas keuangan,” pesan Adi kepada para pelajar.
Menurutnya, peningkatan literasi dan inklusi keuangan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, TPAKD, industri jasa keuangan, dunia pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan.
OJK Maluku Utara pun menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, Pemerintah Kota Ternate, Dinas Pendidikan Kota Ternate, pihak sekolah, para guru, dan siswa SD Negeri 07 Kota Ternate atas dukungan dalam mendorong lahirnya generasi muda yang semakin cerdas mengelola keuangan dan mencintai rupiah.*(Tim/red)


Tinggalkan Balasan