Prodi S1 Gizi ISDIK Kie Raha Gelar Workshop “Bacarita Gizi”, Dorong Mahasiswa Berani Bermimpi dan Berprestasi
Topikberita.id., Ternate – Program Studi S1 Gizi, Fakultas Sains dan Kesehatan, Institut Sains dan Kependidikan (ISDIK) Kie Raha Maluku Utara menggelar Workshop “Bacarita Gizi” dengan tema “Kenali Gizi, Bangun Mimpi, Wujudkan Prestasi”, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Fakultas Sains dan Kesehatan Kampus ISDIK Kie Raha Maluku Utara mulai pukul 14.00 WIT tersebut menjadi bagian dari upaya Prodi S1 Gizi dalam membangun semangat, motivasi, serta kepercayaan diri mahasiswa, khususnya mahasiswa baru dan seluruh keluarga besar Himpunan Mahasiswa Gizi.
Workshop “Bacarita Gizi” dirancang sebagai ruang berbagi pengalaman, inspirasi, dan wawasan mengenai dunia gizi. Kegiatan ini sekaligus membuka perspektif mahasiswa mengenai berbagai peluang pengembangan diri dan prospek karier di bidang gizi.
Dalam kegiatan tersebut, Prodi S1 Gizi menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang yang beragam, yakni Fahmil Usman, S.Gz., M.Gz., Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Maluku Utara; Ashryani S. Kamal, S.Pd., M.A., Koordinator SPPG Kota Ternate Utara; serta Faurus Nasaruddin, S.Kep., Ns., Pengurus Komunitas Pijar NC sekaligus Cardiology Nurse RSUD Chasan Boesoirie.
Ketua PERSAGI Maluku Utara, Fahmil Usman, mengatakan mahasiswa gizi perlu mulai mengenali profesinya sejak awal masa perkuliahan. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi juga perlu membangun kemampuan komunikasi, organisasi, dan kompetensi.
“Mahasiswa gizi harus mulai mengenali profesinya sejak awal perkuliahan. Jangan hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga harus membangun kemampuan komunikasi, organisasi, dan kompetensi agar nantinya mampu bersaing di dunia kerja,” ujar Fahmil.
Ia menambahkan, bidang gizi memiliki ruang pengabdian yang luas sehingga mahasiswa perlu berani membangun cita-cita dan mempersiapkan diri menjadi tenaga profesional yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Sementara itu, Koordinator SPPG Kota Ternate Utara, Ashryani S. Kamal, menilai ilmu gizi tidak hanya berkaitan dengan teori yang dipelajari di ruang kelas, tetapi memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
“Mahasiswa perlu melihat bahwa ilmu gizi tidak hanya berkaitan dengan teori di ruang kelas, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Banyak peluang yang bisa dikembangkan ketika mahasiswa mampu menghubungkan ilmu yang dipelajari dengan kebutuhan di lapangan,” kata Ashryani.
Menurutnya, mahasiswa baru harus memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun pengalaman, memperluas jaringan, serta mengembangkan kemampuan diri.
“Jangan takut untuk bermimpi. Mulailah membangun pengalaman, memperluas jaringan, dan mengembangkan kemampuan diri sejak berada di bangku kuliah,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Faurus Nasaruddin. Pengurus Komunitas Pijar NC sekaligus Cardiology Nurse RSUD Chasan Boesoirie itu mengatakan, menjadi tenaga kesehatan membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan akademik.
“Menjadi tenaga kesehatan membutuhkan bukan hanya pengetahuan, tetapi juga kepedulian, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama. Karena itu, mahasiswa harus membangun karakter dan kompetensi sejak awal agar siap menghadapi dunia profesional,” ujar Faurus.
Melalui workshop tersebut, mahasiswa diajak memahami pentingnya ilmu gizi sejak awal perkuliahan, sekaligus membangun cita-cita dan menentukan arah pengembangan diri. Mahasiswa juga didorong untuk aktif dalam kegiatan akademik maupun organisasi.
Prodi S1 Gizi FSK ISDIK Kie Raha berharap kegiatan “Bacarita Gizi” dapat menjadi momentum lahirnya semangat baru bagi mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, dan kepedulian terhadap persoalan gizi di masyarakat.
Pesan “Kenali gizi, bangun mimpi, wujudkan prestasi” menjadi semangat utama kegiatan tersebut. Perjalanan menjadi tenaga profesional di bidang gizi diharapkan dimulai dengan mengenali potensi diri, mencintai profesi, berani bermimpi, serta konsisten mengembangkan kompetensi.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Prodi S1 Gizi Fakultas Sains dan Kesehatan ISDIK Kie Raha Maluku Utara dalam menciptakan lingkungan akademik yang inspiratif dan kolaboratif, serta mendorong lahirnya generasi nutrisionis yang kompeten, kreatif, dan berdaya saing. (Tim/Red)


Tinggalkan Balasan