Topikberita.id., Ternate – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku Utara mendorong penguatan sektor perikanan melalui konsep ekonomi biru di tengah pesatnya aktivitas hilirisasi nikel yang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.

Dorongan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Kieraha Ekonomi Forum yang digelar BI Perwakilan Maluku Utara di Aula Kantor BI Maluku Utara, Kota Ternate, Senin (18/8/2026).

Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Fadhil Muhammad, mengatakan Kieraha Ekonomi Forum merupakan agenda rutin yang digelar empat kali dalam setahun, setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai persoalan dan tantangan perekonomian Maluku Utara, termasuk perubahan struktur ekonomi yang terjadi akibat pesatnya hilirisasi nikel.

“Hilirisasi nikel memang memberikan dampak terhadap perubahan struktur ekonomi Maluku Utara. Namun, kita juga perlu memperkuat sektor-sektor unggulan lainnya, khususnya perikanan, agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu sektor,” katanya.

Ia menilai sektor perikanan memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui penerapan konsep ekonomi biru. Penguatan sektor tersebut dinilai dapat menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.

“Hilirisasi nikel perlu diimbangi dengan penguatan sektor perikanan dan sektor produktif lainnya, sehingga pertumbuhan ekonomi Maluku Utara lebih beragam dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, BI menghadirkan sejumlah narasumber, mulai dari pakar ekonomi hingga pejabat kementerian. Pembahasan mencakup perkembangan ekonomi global dan nasional serta dampaknya terhadap kondisi perekonomian Maluku Utara.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara, perbankan, dan pelaku usaha turut hadir untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan ekonomi sekaligus memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia, berharap penguatan ekonomi biru, khususnya sektor perikanan, dapat berjalan seiring dengan hilirisasi nikel. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor-sektor produktif lainnya sehingga struktur ekonomi Maluku Utara semakin beragam.

Dengan demikian, manfaat pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada industri hilir, tetapi juga dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya masyarakat pesisir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang lebih inklusif dan berkelanjutan.*(sukri/red)