Polsek Morotai Utara Monitor Penanganan Nelayan Tewas Akibat Sambaran Petir
TopikBerita.id., Pulau Morotai – Seorang nelayan asal Desa Mira, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, meninggal dunia setelah tersambar petir saat melaut di perairan perbatasan Desa Bido dan Desa Yao, Kecamatan Morotai Utara, Kamis (18/6/2026).
Korban diketahui bernama Sofyan Awat (54). Saat kejadian, korban tengah memancing bersama lima rekannya menggunakan dua unit perahu fiber di wilayah perairan tersebut.
Kapolsek Morotai Utara bersama personel Polsek Morotai Utara langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Polisi melakukan pengecekan lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak keluarga korban.
Informasi awal diperoleh dari Kepala Desa Bido, Emil Tjibu, yang menerima laporan warga sekitar pukul 19.00 WIT mengenai seorang nelayan yang diduga tersambar petir di perairan perbatasan Desa Bido dan Desa Yao. Setelah menuju lokasi di kawasan Tanjung Bobor, Desa Bido, korban ditemukan telah meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan saksi, cuaca di lokasi pemancingan awalnya cerah. Namun sekitar pukul 17.30 WIT, kondisi berubah menjadi mendung disertai hujan gerimis dan petir.
Sekitar pukul 18.00 WIT, petir menyambar mesin perahu yang dikemudikan korban. Karena berada tepat di dekat mesin, korban terkena dampak sambaran petir dan terjatuh. Rekan-rekannya yang berada dalam perahu segera melakukan pemeriksaan, namun korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Selain menewaskan korban, sambaran petir juga menyebabkan mesin perahu mengalami kerusakan akibat korsleting listrik sehingga tidak dapat digunakan. Rekan-rekan korban kemudian meminta bantuan perahu lain untuk menarik perahu menuju daratan terdekat di kawasan Tanjung Bobor.
Kapolsek Morotai Utara mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum maupun saat melaut. Jika terjadi perubahan cuaca ekstrem yang disertai petir, nelayan diminta segera menghentikan aktivitas dan mencari tempat yang aman guna menghindari risiko kecelakaan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah perairan Pulau Morotai.*(Ican/red)


Tinggalkan Balasan