Topikberita.id., Ternate – Dinas Pendidikan Kota Ternate terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan secara merata, termasuk di wilayah kepulauan dan pulau terluar seperti Batang Dua, Hiri, dan Moti.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Ridwan Ali, S.E., M.E., mengatakan peningkatan kualitas pendidikan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan. Sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan juga menjadi perhatian pemerintah.

“Yang jelas soal mutu pendidikan di Kota Ternate ini kita sedang berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan. Jadi bukan hanya dalam Kota Ternate, tetapi terlebih beberapa pulau terluar,” ujar Ridwan, Selasa (1/9/2026).

Menurut Ridwan, salah satu langkah penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayah terluar adalah memastikan pemerataan tenaga pendidik. Distribusi dan retensi guru dinilai perlu diperkuat agar sekolah di wilayah kepulauan tidak mengalami kekurangan tenaga pengajar.

“Yang pertama harus ada distribusi guru dan retensi guru,” katanya.

Selain persoalan tenaga pendidik, akses transportasi dan konektivitas internet juga menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan di wilayah kepulauan.

Ridwan menyebut ketersediaan transportasi yang terjangkau diperlukan untuk mendukung mobilitas tenaga pendidik maupun aktivitas pendidikan. Di sisi lain, keterbatasan jaringan internet di sejumlah wilayah juga perlu mendapat perhatian pemerintah.

“Mungkin harus ada transportasi yang murah dan konektivitas. Dalam hal ini, di sana jarang ada internet, jadi harus ada penyediaan dari pemerintah,” ujarnya.

Dinas Pendidikan Kota Ternate juga akan memperkuat pendataan tenaga pendidik dan kependidikan yang ditempatkan di Batang Dua, Hiri, dan Moti.

Pendataan tersebut dinilai penting untuk mengetahui kondisi, kebutuhan, serta sebaran tenaga pendidikan di masing-masing wilayah. Dengan data yang lebih akurat, pemerintah dapat menyusun kebijakan pemerataan tenaga pendidik secara lebih tepat.

Selain pemerataan guru, peningkatan kompetensi tenaga pendidik juga menjadi perhatian. Dinas Pendidikan mendorong pelaksanaan bimbingan teknis dan pelatihan secara berkelanjutan.

“Bagaimana kita bisa melakukan bimbingan-bimbingan teknis ataupun pelatihan-pelatihan pada para tenaga pendidik itu tidak hanya dilakukan hanya satu atau dua hari, tetapi dilakukan secara berkelanjutan dari semua sisi,” katanya.

Upaya peningkatan kualitas pembelajaran juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital. Namun, penerapannya masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana di sejumlah sekolah.

Salah satunya adalah ketersediaan papan interaktif digital yang hingga kini belum merata.

“Walaupun kita sadari bahwa hal-hal tertentu yang kita masih ada kekurangan seperti papan interaktif digital, yang di mana di sekolah-sekolah masih banyak yang kurang. Hanya paling satu atau dua sekolah saja yang ada,” ungkapnya.

Sementara terkait capaian akademik, Ridwan mengakui hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP di Kota Ternate masih berada pada posisi rendah jika dibandingkan secara nasional.

Namun, jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Maluku Utara, Kota Ternate berada di peringkat pertama.

“Walaupun secara nasional TKA tersebut untuk SD dan SMP itu kami berada pada posisi paling akhir, untuk TKA Kota Ternate, untuk lokal Maluku Utara berada pada posisi pertama,” pungkasnya.

Dinas Pendidikan Kota Ternate berharap berbagai upaya tersebut dapat memperkuat pemerataan dan kualitas pendidikan, terutama bagi peserta didik yang berada di wilayah kepulauan dan pulau terluar.*(Iksan/red)