TopikBerita.id., Ternate – Seorang siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 26 SRMP Kota Ternate berinisial Astu meminta mengundurkan diri dari sekolah. Keputusan itu diambil setelah guru pengasuh menemukan seragam milik teman sekelasnya yang hilang di dalam tas miliknya. Serta guru pengasuh yang berkata akan melapornya ke polisi.

Peristiwa bermula pada saat Astu kehilangan seragam miliknya sendiri. Ia kemudian melapor ke pengasuh asrama, namun tidak mendapat respons.

Merasa pengaduannya diabaikan, Astu akhirnya mengambil seragam milik temannya. Ketika temannya menyadari barang hilang, pengasuh langsung memeriksa tas dan menemukan seragam tersebut berada di tas Astu.

Merasa tertekan, Astu mendatangi kepala sekolah dan menyatakan ingin berhenti bersekolah. Kepala Sekolah Manton La Usman kemudian memanggil orang tua Astu untuk mediasi. Namun pertemuan itu tidak berlangsung lama karena orang tua langsung membawa Astu pulang.

Kepala Sekolah SR Manton La Usman membenarkan Astu sudah berkali-kali ditegur karena sering melakukan kenakalan.

“Untuk proses pengunduran diri Astu, pihak sekolah telah melakukan mediasi. Dalam mediasi tersebut orang tua Astu langsung menandatangani surat pengunduran diri,” ujar Manton saat ditemui media ini pada Rabu,(27/05/2026)

Ia juga menyebut Astu merupakan anak yang tertutup dan secara intelektual masih membutuhkan pendampingan terus menerus.

Namun versi berbeda disampaikan pihak Orang Tua. Ayah Astu, Sarif Umar, saat ditemui dirumahnya mengatakan anaknya ketakutan karena diancam akan dilaporkan ke kepolisian setelah celana seragam temannya ditemukan di tasnya.

Setelah itu, Ayah Astu Sarif bersama istri mendatangi kepala sekolah setelah mendapat telepon untuk mediasi. Namun suasana berubah saat guru pengasuh menyebut anaknya pencuri.

“Saat bertemu kepala sekolah, kami berbicara soal perbuatan anak kami, tapi tiba-tiba guru pengasuh langsung berkata pada kami ‘anak kalian pencuri’,” ujar Sarif.

Merasa tidak nyaman, Sarif dan istri Rosmawati langsung menemui guru tersebut dan beradu mulut sebelum meninggalkan kepala sekolah yang masih memproses mediasi.

“Saya tahu anak saya nakal tapi jangan berkata pencuri. Bilang saja nakal, dia masih anak-anak yang harus mendapat pendampingan,” katanya.

Sarif kemudian menarik Astu dan istrinya pulang. Sebelum keluar, kepala sekolah meminta Sarif menandatangani surat pengunduran diri Astu.

“Saya tidak tahu isi surat itu, karena saya hanya diminta tandatangan oleh kepala sekolah. Kepala sekolah juga tidak minta untuk baca dulu,” ungkapnya.

Setelah pulang, pihak sekolah juga menghubungi keluarga untuk mengembalikan seluruh perlengkapan yang diberikan sekolah.

“Kami juga dihubungi untuk mengembalikan seragam sekolah yang diberikan sekolah,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Manton La Usman menegaskan seluruh perlengkapan seragam siswa di Sekolah Rakyat diberikan oleh sekolah.

“Namun apabila siswa mengundurkan diri, maka seragam wajib dikembalikan untuk digunakan oleh siswa yang baru masuk,” tegasnya.*(sukri/red)