CNBM Group dan Pemprov Maluku Utara Jajaki Kerja Sama Industri Hijau
Topikberita.id., Ternate – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menjajaki kerja sama strategis dengan China National Building Material Group Co., Ltd (CNBM Group) untuk mengembangkan industri material, energi baru terbarukan, infrastruktur, serta pemanfaatan sumber daya mineral. Penjajakan kerja sama tersebut berlangsung di Dinas Eks Crysant, Selasa (8/9/2026).
Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe bertemu dengan Vice President CNBM Group, Eric, bersama sejumlah perwakilan mitra perusahaan.
CNBM Group merupakan salah satu perusahaan bahan bangunan terintegrasi terbesar di dunia dan tercatat dalam Fortune Global 500. Perusahaan asal China tersebut berada di peringkat ke-351 dalam daftar tersebut.
Pertemuan ini menjadi perhatian karena Maluku Utara memiliki potensi sumber daya mineral yang besar dan tengah mendorong hilirisasi industri. Pemerintah daerah berharap investasi baru tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan bahan mentah, tetapi mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah.
Dalam pertemuan tersebut, CNBM menyampaikan ketertarikannya terhadap sejumlah sektor, antara lain pengembangan material baru 113N, sistem penyimpanan energi berbasis fotovoltaik, serta pemanfaatan dan pengembangan sumber daya mineral.
Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe menegaskan, pemerintah daerah terbuka terhadap investasi, namun investasi yang masuk harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami terbuka terhadap investasi yang tidak hanya membawa modal, tetapi juga teknologi, transfer pengetahuan, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal,” kata Sarbin.
Menurut Sarbin, setiap investasi harus sejalan dengan arah pembangunan Maluku Utara dan kebijakan pemerintah pusat. Pengembangan industri hijau dan modernisasi industri menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Di sisi lain, CNBM melihat Maluku Utara memiliki peluang besar untuk pengembangan industri material, energi terbarukan, dan infrastruktur.
Vice President CNBM Group Eric mengatakan perusahaan siap membangun kemitraan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung target Indonesia Emas 2045.
CNBM juga disebut telah memiliki pengalaman sekitar 35 tahun dalam membangun kemitraan di kawasan ASEAN.
Selain investasi, pembahasan turut mencakup penguatan kapasitas tenaga kerja lokal. Pemerintah dan CNBM akan mengkaji program pelatihan serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar kebutuhan tenaga kerja dalam proyek investasi dapat diisi oleh masyarakat daerah.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Maluku Utara dan CNBM akan membentuk tim teknis gabungan. Tim tersebut akan mengkaji kelayakan kerja sama, memetakan lokasi potensial, hingga menyusun roadmap investasi.
Pemerintah daerah menargetkan kajian tersebut dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan. Tim teknis juga diharapkan mempercepat koordinasi dan proses perizinan apabila kerja sama memasuki tahap implementasi.
Bagi Pemprov Maluku Utara, kemudahan investasi menjadi salah satu faktor penting untuk menarik modal baru. Namun, kepastian hukum, perlindungan lingkungan, penguatan tenaga kerja lokal, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas investasi.
CNBM sebelumnya telah menjalin sejumlah kerja sama dengan mitra strategis di Indonesia. Melalui anak usahanya, Sinoma, perusahaan tersebut juga memiliki pengalaman dalam teknologi dan rekayasa industri.
Kini, penjajakan CNBM dengan Pemprov Maluku Utara masih berada pada tahap kajian. Pemerintah daerah berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada pembicaraan investasi, tetapi dapat berlanjut menjadi proyek konkret yang membawa teknologi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah ekonomi di Maluku Utara.*(Iksan/red)


Tinggalkan Balasan