Topikberita.id., Ternate – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Maluku Utara bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Maluku Utara menggelar pelatihan literasi digital bagi pelajar dan jurnalis di Aula Maitara KPw BI Malut, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan menghadirkan narasumber Galim Umabaihi dari AMSI Malut dan Paramitha Dahlan dari KPw BI Malut, dengan melibatkan empat sekolah di Kota Ternate.

Kegiatan dibuka Asisten Analis KPw BI Malut, Ariyudhi Astrodjojo. Ia mengatakan, pesatnya perkembangan teknologi membuat literasi digital semakin penting, terutama untuk membiasakan pelajar memeriksa informasi sebelum menyebarkannya.

“Mari bersama-sama membangun kebiasaan memeriksa kebenaran informasi, menghindari hoaks, menjaga keamanan data pribadi, serta menggunakan media sosial secara positif dan produktif,” ujarnya.

Ketua AMSI Malut, Wendi Wambes, mengatakan AMSI sebagai organisasi perusahaan media pers memiliki perhatian terhadap perkembangan teknologi digital, termasuk dampaknya bagi generasi muda.

Menurutnya, pelajar perlu dibekali kemampuan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh hoaks dan misinformasi yang beredar di media sosial.

“Karena itu pelajar juga perlu memahami bagaimana cara membedakan informasi hoaks dan lain sebagainya, salah satunya melalui pelatihan literasi digital,” jelasnya.

Sementara itu, Galim Umabaihi membahas perkembangan kecerdasan buatan atau AI serta sejumlah risikonya, seperti ketergantungan, menurunnya kemampuan kognitif, plagiarisme, hingga penyebaran hoaks.

“Wajah dan suara kita juga bisa di-cloning seolah-olah itu adalah kita, karena data kita sudah ada di internet,” ujarnya.

Selain hoaks dan AI, pelatihan juga membahas QRIS dan perlindungan konsumen. Paramitha Dahlan mengingatkan kemudahan teknologi pembayaran digital harus diimbangi kewaspadaan terhadap penipuan online.

“Kecepatan tanpa kewaspadaan bisa jadi jebakan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan mampu menjadi pengguna teknologi yang kritis, aman, dan bertanggung jawab.*(sukri/red)