OJK MALUKU UTARA BUKA 49 REKENING PELAJAR DI SRMP 26 KOTA TERNATE
Topikberita.id., Ternate — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Utara membuka 49 rekening pelajar dalam kegiatan literasi dan inklusi keuangan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 26 Kota Ternate, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan yang mengusung tema Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan tersebut berlangsung di Aula SRMP 26, Sentra Wasana Bahagia, Ternate.
Dalam kegiatan ini, OJK Maluku Utara menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Ternate serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ternate.
Selain mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menabung dan mengelola keuangan, para siswa juga memperoleh akses langsung terhadap layanan keuangan formal melalui program Simpanan Pelajar.
Asisten Direktur OJK Provinsi Maluku Utara, Sukma Aji Wirawan, mengatakan literasi keuangan penting diberikan kepada pelajar sejak dini. Menurutnya, pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan dapat menjadi bekal bagi siswa ketika kembali ke tengah masyarakat.
Sukma menegaskan, program literasi keuangan tidak cukup hanya dengan memberikan edukasi, tetapi harus diikuti dengan akses terhadap layanan keuangan formal.
“Kehadiran lembaga jasa keuangan secara fisik di sekolah menjadi salah satu kunci efektivitas program KEJAR,” ujar Sukma.
Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) merupakan upaya untuk mendorong setiap pelajar memiliki rekening tabungan sekaligus mengenal layanan keuangan formal sejak usia sekolah.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti materi. Mereka aktif mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pendapat mengenai cara menabung serta penggunaan rekening secara bijak.
Salah satu siswa kelas VIII B, Dessyfa Sagita Kanaya, mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai tata cara menabung dan menggunakan rekening bank.
Dalam pelaksanaan program tersebut, OJK Maluku Utara membangun sinergi dengan BNI Kantor Cabang Ternate untuk menyediakan produk dan layanan perbankan di lingkungan sekolah.
Sementara itu, dukungan Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dinilai penting untuk memastikan keterlibatan sekolah dan para siswa dalam program literasi serta inklusi keuangan.
Sinergi antara regulator, perbankan, dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus membangun kebiasaan menabung di kalangan pelajar.
Budaya menabung sejak dini dinilai penting agar siswa tidak hanya mengenal produk dan layanan keuangan, tetapi juga mampu memahami cara mengelola uang secara bijak dan bertanggung jawab.(Sukri/Red)


Tinggalkan Balasan