Balai Pelestarian Kebudayaan Malut, Sinergi Dorong Pelestarian Musik Togal Orisinal Melalui Workshop
TopikBerita.id., Ternate – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Maluku Utara terus mendorong upaya pelestarian warisan budaya melalui Program Dana Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan. Salah satu wujudnya adalah penyelenggaraan workshop pelestarian musik Togal orisinal yang digelar di Aula Banau, Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan tersebut diprakarsai oleh pelaku budaya sekaligus dosen Universitas Khairun, Susana R. Bahara, yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana. Workshop ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan kembali musik Togal orisinal kepada generasi muda, khususnya di lingkungan kampus.
Menurut Susana, selama ini masyarakat lebih banyak mengenal musik Togal dalam bentuk modern. Karena itu, pihaknya berinisiatif menghadirkan kembali bentuk orisinal musik tradisional tersebut agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
“Musik Togal orisinal ini kami bawa ke kampus agar generasi muda lebih mengenal, mencintai, dan melestarikannya. Selama ini yang banyak dikenal adalah musik Togal modern, sehingga kami ingin memperkenalkan kembali bentuk aslinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan workshop tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara melalui Program Dana Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan. Proposal yang diajukan panitia dinyatakan lolos seleksi sehingga memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta.
“Kami memperoleh dana fasilitasi sebesar Rp20 juta dari Balai Pelestarian Kebudayaan untuk menyelenggarakan workshop ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Mitra Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara, Fauzia Rasid, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Kebudayaan yang memberikan dukungan kepada pelaku budaya, komunitas budaya, maupun sanggar budaya dalam mengembangkan dan melestarikan warisan budaya daerah.
“Dana fasilitasi ini diberikan kepada pelaku budaya, komunitas budaya, maupun sanggar budaya. Workshop ini terlaksana berkat bantuan dari Balai Pelestarian Kebudayaan untuk mendukung pelestarian musik Togal,” ujarnya.
Fauzia menambahkan, BPK Maluku Utara akan terus memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah di seluruh kabupaten dan kota guna mendukung pelestarian berbagai objek pemajuan kebudayaan di Maluku Utara.
Menurutnya, keberhasilan pelestarian budaya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku budaya, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
“Harapannya, generasi muda dapat menjaga kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhur agar tetap lestari dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.Jika diinginkan, naskah ini juga dapat disusun dengan gaya berita media daring yang lebih lugas dan mengikuti format piramida terbalik.*(Ican/red)


Tinggalkan Balasan