TopikBerita.id., Ternate – Antrean panjang kendaraan yang didominasi mobil angkutan umum kembali terjadi di SPBU BTN, Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Senin (22/6/2026).

Para pengendara tampak mengantre untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite.

Meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap Pertalite diduga dipicu oleh tingginya harga BBM Non – Subsidi. Kondisi tersebut membuat antrean kendaraan yang mengular di SPBU menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari.

Yadi, seorang sopir angkutan umum/ mikrolet mengaku terpaksa memilih Pertalite karena harga BBM nonsubsidi dinilai terlalu mahal.

“Kami terpaksa mengantre BBM bersubsidi jenis Pertalite ini karena kalau mau mengisi Pertamax tidak sanggup, harganya terlalu mahal. Jadi, banyak dari kami yang beralih ke subsidi. Setiap hari situasinya sudah seperti ini, pasti macet. Kendala utamanya hanya antrean panjang ini saja, kalau hal lain tidak ada masalah,” ujar Yadi.

Menurut Yadi, meski harus menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean setiap hari, keberadaan Pertalite masih sangat membantu para sopir angkutan umum untuk mempertahankan tarif angkutan agar tetap stabil.

“Tarif angkutan masih biasa dan stabil, tidak ada kenaikan karena kami menggunakan Pertalite. Kalau Pertalite tidak ada, jelas tarif oto juga akan naik. Karena masih ada subsidi, makanya tarif bisa bertahan dan tetap normal seperti biasa,” katanya.

Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, Iksan salah satu warga yang tergabung dalam antrean mengaku lamanya antrean juga diduga dipicu oleh ulah sejumlah oknum pengendara yang melakukan pengisian BBM Subsidi secara berlebihan.

Menurutnya, sejumlah kendaraan terlihat membawa jerigen untuk mengisi BBM, sementara beberapa kendaraan lainnya  telah memodifikasi tengki kendaraan roda empat atau mobil agar dapat mengisi BBM melebihi kapasitas normal.

Atas kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kota Ternate, serta pihak terkait diharapkan dapat memberikan perhatian serius dengan memperketat pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi di SPBU.

Pengawasan yang lebih ketat dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi, sekaligus memastikan distribusi Pertalite tepat sasaran, khususnya sopir angkutan umum dan pengguna yang berhak, dapat memperoleh BBM dengan lebih mudah tanpa harus mengantre dalam waktu yang lama.*(Ican/red)