TopikBerita.id., Ternate – Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Ternate terus dilakukan. Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Gizi dan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Ternate melaksanakan program pendampingan bagi balita risiko stunting di wilayah kerja Puskesmas Kalumpang.

Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pendampingan Pemantauan Berat Badan Balita Risiko Stunting di Posyandu dan Penerapan Pengolahan PMT Pangan Lokal” ini dibuka Kepala Puskesmas Kalumpang, dr. Masitah, M.MKes, pada 20 April 2026.

Ketua tim pengabdian, Juhartini, S.Gz., M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan difokuskan pada peningkatan keterampilan kader posyandu dalam memantau pertumbuhan balita serta pemanfaatan pangan lokal sebagai makanan tambahan bergizi.

“Kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga melakukan pendampingan langsung kepada kader dan orang tua balita agar pemantauan pertumbuhan anak dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Program ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin antara Jurusan Gizi dan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Ternate, dengan dukungan dosen Sari Prihatin, S.ST., M.Keb, Fadila, SKM., M.Gz, serta mahasiswa Jurusan Gizi.

Setelah pemberian materi kepada kader posyandu dan tenaga gizi Puskesmas Kalumpang, tim melanjutkan pendampingan selama empat minggu, mulai 24 April hingga 22 Mei 2026, di Kelurahan Makassar Barat dan Makassar Timur.

Kegiatan dilaksanakan setiap hari mulai jam, 09.00 Wit, hingga: jam 16.00 sore. Dengan memberikan  Makanan Tambahan (PMT) berupa Roti Gulung Abon Ikan Sayuran kepada balita dengan status gizi wasting dan gizi kurang, sertai pemantauan berat badan secara rutin setiap pekan.

Menurut Juhartini, produk Roti Gulung Abon Ikan Sayuran dipilih karena mengandung kombinasi gizi yang lengkap, mulai dari protein hewani berkualitas tinggi yang berasal dari ikan, karbohidrat sebagai sumber energi, hingga vitamin dan mineral dari sayuran.

“Produk ini dirancang agar bergizi, terjangkau, mudah dibuat, dan disukai anak-anak. Kandungan gizinya sangat mendukung pertumbuhan balita yang berisiko mengalami stunting akibat kekurangan gizi kronis,” jelasnya.

Selain pemberian PMT, kader juga mendapat pelatihan pengolahan abon ikan yang higienis, penyajian makanan yang menarik bagi anak, serta buku saku resep PMT berbasis olahan ikan, dengan menerapkan konsep “Ukur Dulu, Baru Aksi”, yakni setiap intervensi diawali dengan pengukuran berat dan tinggi badan balita serta edukasi kepada orang tua.

Kepala Puskesmas Kalumpang, dr. Masitah, M.MKes, mengapresiasi kegiatan tersebut karena mendorong pemanfaatan pangan lokal dan meningkatkan kemandirian kader maupun orang tua dalam pemantauan tumbuh kembang anak.

“Intervensi spesifik seperti ini sangat penting, terutama yang memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber protein hewani. Harapannya kader dan orang tua semakin mandiri dalam pemantauan pertumbuhan anak dan pengolahan makanan bergizi,” katanya.

Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan kader dan ibu balita tentang stunting dan gizi seimbang, memperkuat sistem pemantauan berat badan balita, serta meningkatkan partisipasi masyarakat di posyandu.

Kedepan, Poltekkes Kemenkes Ternate berkomitmen untuk memperluas program serupa ke posyandu lainnya di Kota Ternate sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting.*(sukri/red)