Topikberita.id,. Ternate – Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional IV Ternate mencatat pertumbuhan aktivitas bongkar muat mencapai sekitar 3 hingga 5 persen.

Kepala PT Pelindo Regional IV Ternate, Anwar Pae, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan aktivitas logistik di Kota Ternate dan Maluku Utara terus mengalami pertumbuhan.

“Ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, sekitar 3 sampai 5 persen,” kata Anwar. Pada, Rabu.(9/9/2026)

Menurut Anwar, peningkatan aktivitas bongkar muat turut mendukung kelancaran distribusi berbagai kebutuhan masyarakat. Sejumlah komoditas yang masuk melalui Pelabuhan Ahmad Yani Ternate di antaranya beras, daging ayam, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.

“Dengan adanya pencapaian itu, kebutuhan masyarakat seperti beras, daging ayam, serta komoditas lainnya di Kota Ternate khususnya dan masyarakat Maluku Utara pada umumnya bisa terpenuhi,” ujarnya.

Anwar menjelaskan, peningkatan aktivitas bongkar muat juga didukung penerapan sistem pengawasan dan perencanaan operasional pelabuhan berbasis digital.

Sistem tersebut terintegrasi melalui aplikasi yang digunakan di ruang Planning and Control (PnC). Aplikasi ini berfungsi memantau sekaligus mengendalikan aktivitas kapal, mulai dari proses kapal sandar hingga pembongkaran muatan.

“Aplikasi itu digunakan untuk mengontrol kapal sandar, pembongkaran muatan,” jelasnya.

Penerapan sistem digital tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi pelayanan bongkar muat di pelabuhan.

Sebelum sistem diterapkan, proses pembongkaran muatan dapat berlangsung hingga tiga hari. Kini, waktu tersebut dapat dipangkas menjadi sekitar satu hari.

“Kecepatan bongkar muat lebih cepat. Dampaknya pembongkaran lancar dan kapal masuk lebih lancar,” kata Anwar.

Efisiensi waktu bongkar muat juga berdampak terhadap frekuensi kunjungan kapal ke Pelabuhan Ahmad Yani Ternate.

Anwar menyebut, kapal yang sebelumnya hanya dapat melakukan kunjungan sekitar empat kali dalam sebulan kini berpotensi meningkat menjadi lima kali dalam sebulan.

“Biasanya empat kali satu bulan bisa menjadi lima kali dalam satu bulan,” ujarnya.

Peningkatan aktivitas bongkar muat tersebut dinilai penting dalam menjaga kelancaran arus barang di wilayah Maluku Utara.

Dengan waktu pelayanan yang lebih singkat, kapasitas pelayanan pelabuhan dapat meningkat, sementara distribusi kebutuhan pokok dan berbagai komoditas ke masyarakat di wilayah kepulauan dapat dilakukan lebih cepat.(sukri/red)