Topikberita.id, Ternate – Jumlah investor pasar modal di Maluku Utara telah mencapai sekitar 77 ribu orang. Pertumbuhan tersebut mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi pasar modal, terutama di kalangan mahasiswa. Penguatan literasi dilakukan melalui Kuliah Umum Pasar Modal di Universitas Khairun (Unkhair), Ternate, Maluku Utara, Jumat, (4/9/2026)

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) Tahun 2026.

Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK Eddy Manindo Harahap mengatakan peningkatan jumlah investor harus diikuti pemahaman terhadap karakteristik dan risiko produk investasi.

“Pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat, termasuk generasi muda, agar semakin mampu mengenali karakteristik produk investasi, memahami risiko, serta membedakan produk investasi yang legal dengan berbagai penawaran investasi ilegal,” kata Eddy.

Menurut Eddy, kebutuhan literasi semakin penting di tengah kemudahan akses investasi melalui platform digital. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat literasi pasar modal Indonesia baru mencapai 14,69 persen.

Secara nasional, jumlah investor pasar modal telah mencapai 30 juta orang hingga 21 Agustus 2026, tumbuh lebih dari 50 persen dibandingkan akhir 2025. Sebanyak 54 persen investor tersebut berusia di bawah 30 tahun.

Eddy berharap keberadaan Galeri Investasi Universitas Khairun dapat memperluas akses mahasiswa terhadap informasi dan edukasi pasar modal sekaligus mendorong lahirnya investor muda yang rasional dan berorientasi jangka panjang.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak hanya mengejar keuntungan secara instan. Sebelum membeli produk investasi, calon investor diminta berpegang pada prinsip 2L, Legal dan Logis.

Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mengatakan kemudahan investasi di era digital harus dibarengi pemahaman terhadap risiko dan tujuan investasi.

“Jangan hanya mengejar keuntungan secara instan, tetapi pahami juga risiko dan tujuan investasinya agar setiap keputusan keuangan dapat diambil secara lebih bijak,” ujar Sarbin.

Sementara itu, Rektor Universitas Khairun Abdullah W. Jabid mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap mahasiswa menjadi generasi digital yang bijak dalam mengelola keuangan dan terhindar dari investasi ilegal.

Selain kuliah umum, rangkaian SEPMT 2026 di Maluku Utara mencakup Training of Trainers Pasar Modal Syariah, edukasi investasi bagi pelajar SMK Negeri 1 Ternate, serta sosialisasi penerbitan obligasi dan sukuk daerah kepada pemerintah daerah se-Maluku Utara.

OJK berharap peningkatan jumlah investor di Maluku Utara berjalan seiring dengan penguatan literasi, sehingga pertumbuhan pasar modal tidak hanya menambah jumlah investor, tetapi juga meningkatkan kualitas investor muda yang memahami risiko dan mampu mengambil keputusan investasi secara rasional.*(Tim/red)