Topikberita.id., Ternate – Universitas Khairun (Unkhair) Ternate memperkuat edukasi literasi keuangan dan pasar modal bagi mahasiswa. Langkah ini diarahkan untuk membentuk generasi muda yang mampu mengelola keuangan dan mengambil keputusan investasi secara bijak.

Penguatan literasi dilakukan melalui kuliah umum Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2026 di Aula Banau, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unkhair Ternate.

Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M., mengatakan peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan harus dibarengi dengan pemahaman mengenai manfaat, risiko, hak dan kewajiban, serta perlindungan konsumen.

“Jangan hanya menjadi generasi yang melek digital, tetapi jadilah generasi yang melek finansial,” kata Abdullah.

Menurut Abdullah, pengetahuan tentang saham, portofolio, laporan keuangan, imbal hasil atau return, dan risiko yang diperoleh mahasiswa di ruang kuliah harus diterapkan dalam mengambil keputusan investasi.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak pada investasi yang hanya menawarkan keuntungan cepat tanpa memahami risiko yang menyertainya.

“Mulailah dari kemampuan masing-masing, pelajari perusahaan, pahami risiko, dan jadilah investor, bukan spekulan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 500 rekening efek dibuka bagi civitas akademika Unkhair. Abdullah berharap rekening itu tidak berhenti sebagai bagian dari kegiatan seremonial, tetapi digunakan sebagai sarana pembelajaran dan praktik investasi bagi mahasiswa.

“Dari rekening efek ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami investasi secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam praktik,” kata dia.

Selain pembukaan rekening efek, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peresmian Galeri Investasi Edukasi di SMK Negeri 1 Kota Ternate dan SMA Negeri 8 Kota Ternate. Galeri ini diharapkan memperluas akses edukasi pasar modal sekaligus mengenalkan investasi kepada pelajar sejak dini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Unkhair juga menandatangani nota kesepahaman. Kerja sama tersebut mencakup edukasi dan literasi keuangan, penelitian, peningkatan kapasitas mahasiswa dan dosen, serta pengabdian kepada masyarakat.

Abdullah mengatakan Unkhair memiliki pengalaman dalam mengembangkan edukasi pasar modal. Galeri Investasi Unkhair telah berdiri sejak 2017 melalui kerja sama dengan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM).

Upaya tersebut kemudian membuahkan prestasi. Galeri Investasi Unkhair meraih GI Excellence 2025 sebagai juara pertama di wilayah Kantor Perwakilan Galeri Investasi Maluku-Maluku Utara.

“Prestasi tersebut harus kita lanjutkan. Kita ingin bergerak dari literasi menuju inklusi, dari teori menuju praktik, dan dari kampus menuju masyarakat,” ujar Abdullah.

Ia berharap kolaborasi Unkhair dengan OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus diperkuat.

Menurut dia, kolaborasi lintas lembaga penting agar edukasi pasar modal tidak hanya berhenti di lingkungan perguruan tinggi, tetapi dapat menjangkau pelajar dan masyarakat secara lebih luas.*(Iksan/red)