Wali Kota Ternate Dorong City Gallery Jadi Pusat Informasi Sejarah dan Indentitas Kota
Topikberita.id., Ternate – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mendorong hadirnya City Gallery sebagai ruang informasi yang dapat menyajikan gambaran lengkap mengenai sejarah, budaya, serta perkembangan Kota Ternate dari masa lalu hingga masa kini.
Gagasan tersebut disampaikan Tauhid usai menghadiri Seminar Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) bertema “Transformasi City Gallery sebagai Ruang Inklusif untuk Memperkuat Identitas Kota Pusaka” yang berlangsung di Aula Banau, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun Ternate, Jumat (28/8/2026).
Menurut Tauhid, Kota Ternate pada dasarnya telah memiliki berbagai bentuk kekayaan yang dapat menjadi bagian dari sebuah City Gallery, mulai dari artefak peninggalan sejarah, budaya, hingga lanskap alam.
“Saya berpikir begini, kita ini sudah punya gallery secara langsung, gallery yang terlihat, baik itu artefak yang terdiri dari peninggalan sejarah, budaya, lanskap alam dan lain sebagainya,” ujar Tauhid.
Ia menilai, berbagai potensi tersebut perlu dihimpun dalam satu ruang yang secara khusus dapat menggambarkan perjalanan Kota Ternate secara utuh.
Tauhid mengatakan, gagasan tersebut juga terinspirasi dari sejumlah kota tua di Indonesia yang telah memiliki City Gallery sebagai sarana untuk memperkenalkan sejarah dan identitas kotanya kepada masyarakat maupun wisatawan.
“Karena ini kota, kita berkaca ke kota lain itu rata-rata memiliki gallery seperti Semarang dan Jogja. Ternate bukan kota baru, melainkan kota tua. Hal tersebut membuat gerak hati saya untuk, insyaallah ke depan, kita berkeinginan Kota Ternate punya gallery sendiri,” katanya.
Ia berharap City Gallery nantinya mampu menjadi representasi Kota Ternate yang dapat menceritakan perjalanan kota, mulai dari sejarah masa lalu hingga kondisi Ternate saat ini.
Keberadaan ruang tersebut juga dinilai dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengelilingi Pulau Ternate dan melihat berbagai peninggalan maupun potensi kota secara langsung.
“Gallery tersebut bisa menceritakan Ternate di masa lalu sampai Ternate di masa kini. Ketika orang datang dan mungkin tidak ada waktu atau tidak berkesempatan untuk mengelilingi Pulau Ternate, atau Ternate secara keseluruhan, mereka cukup datang ke gallery, itu bisa terbaca,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Tauhid menegaskan bahwa City Gallery tidak hanya diarahkan sebagai ruang pamer, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari pelayanan informasi kota.
Menurutnya, masyarakat dan pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai sejarah serta perkembangan Ternate secara lebih mudah dalam satu ruang yang terintegrasi.
“Kita berkeinginan, insyaallah ke depan city gallery ini menjadi bagian dari pelayanan kota, di mana informasi kota secara lengkap, terutama sejarah dan kekinian,” pungkasnya.
Dengan konsep tersebut, City Gallery diharapkan dapat menjadi ruang informasi publik sekaligus sarana edukasi dan promosi kota, serta memperkuat identitas Ternate sebagai salah satu kota pusaka Indonesia.*(Iksan/red)


Tinggalkan Balasan