Anak Muda dan Komunitas Estuaria Aksi Bersihkan Sampah Plastik di Tolire Kecil
Topikberita.id., Ternate – Kepedulian terhadap lingkungan dan ancaman pencemaran laut mendorong anak muda, mahasiswa, serta kelompok masyarakat melakukan aksi nyata melalui kegiatan pengumpulan sampah plastik di kawasan Tolire Kecil, Maluku Utara, Minggu (23/8/2026)
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan aksi untuk bumi yang digelar bersama Komunitas Estuaria, sebuah kelas yang dibentuk oleh Perkumpulan Pakatifa sebagai ruang edukasi dan penguatan kesadaran anak muda terhadap persoalan lingkungan, khususnya sampah dan perubahan iklim.
Direktur Perkumpulan Pakatifa, Zafira Daeng Barang, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan karena persoalan sampah dan perubahan iklim di Maluku Utara dinilai semakin memberikan dampak terhadap lingkungan.
“Karena kami melihat situasi dan ancaman terhadap perubahan iklim di Maluku Utara khususnya itu sangat berdampak, sehingga aksi ini menjadi satu langkah untuk bagaimana membuat kesadaran terhadap masyarakat mengenai sampah,” ujar Zafira.
Dalam aksi tersebut, mayoritas sampah yang dikumpulkan berupa sampah plastik, terutama kemasan minuman. Sedikitnya 20 hingga 22 karung sampah plastik berhasil dikumpulkan dari kawasan Tolire Kecil.
Sampah yang terkumpul selanjutnya dibawa ke tempat pengumpulan sampah plastik di Pulau Ternate untuk kemudian disalurkan dan dijual melalui bank sampah.
Menurut Zafira, banyaknya sampah plastik yang ditemukan menunjukkan persoalan sampah masih menjadi masalah serius yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.
Ia mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan minuman dalam kemasan serta tidak membuang sampah sembarangan. Sampah yang dibuang ke lingkungan, kata dia, berpotensi terbawa aliran air hingga ke laut dan mengganggu ekosistem serta habitat berbagai makhluk hidup.
Selain aksi pengumpulan sampah, rangkaian kegiatan Komunitas Estuaria juga diisi dengan camp bagi anak muda selama beberapa hari serta penanaman mangrove di kawasan Tolire Kecil.
Komunitas Estuaria diikuti peserta yang sebelumnya melalui proses seleksi. Sebanyak 10 peserta diterima dalam program tersebut. Selain peserta utama, kegiatan juga melibatkan sejumlah mahasiswa dari IAIN dan Universitas Khairun (Unkhair), serta kelompok anak muda di kawasan Tolire.
Zafira menegaskan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui imbauan. Dibutuhkan tindakan nyata dan keterlibatan masyarakat untuk membangun kebiasaan menjaga lingkungan.
“Harapan kami semoga dalam aksi ini dapat menyadarkan masyarakat bahwa sampah itu menjadi problematik yang sangat mendasar,” kata Zafira.
Melalui kegiatan tersebut, Perkumpulan Pakatifa bersama Komunitas Estuaria berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya sampah, khususnya terhadap ekosistem laut, semakin meningkat.
Aksi serupa juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak anak muda terlibat dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Maluku Utara.*(Iksan/red)


Tinggalkan Balasan