Topikberita.id., Ternate – Universitas Khairun (Unkhair) Ternate memperingati Dies Natalis ke-62 dengan menegaskan komitmen memperkuat sinergi dan inovasi untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Maluku Utara.

Peringatan Dies Natalis digelar melalui Sidang Terbuka Senat Universitas Khairun di Aula Banau, Ternate, Sabtu, 15 Agustus 2026. Tahun ini, Dies Natalis mengusung tema “Sinergi dan Inovasi Menuju Universitas Khairun Berdampak untuk Kemajuan Maluku Utara.”

Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M., mengatakan Dies Natalis menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian sekaligus menentukan arah pengembangan kampus ke depan.

“Dies Natalis ke-62 tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi saat yang tepat untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita kerjakan, apa yang telah kita capai, dan ke mana Universitas Khairun akan kita arahkan ke depan,” kata Abdullah.

Menurut dia, keberhasilan perguruan tinggi tidak dapat hanya diukur dari jumlah kegiatan atau luaran akademik. Ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, dan seluruh aktivitas Tridharma Perguruan Tinggi harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan universitas tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya kegiatan dan luaran akademik, tetapi juga sejauh mana ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, dan seluruh aktivitas Tridharma memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan Maluku Utara,” ujarnya.

Hingga 2026, Unkhair memiliki 1.177 aparatur sipil negara yang terdiri atas 799 dosen dan 378 tenaga kependidikan. Sebanyak 541 orang berkualifikasi magister atau S2 dan 252 orang bergelar doktor atau S3.

Unkhair juga memiliki 26 guru besar, 165 lektor kepala, 360 lektor, 236 asisten ahli, serta 12 tenaga pengajar.

Jumlah mahasiswa aktif mencapai 16.415 orang yang tersebar di 54 program studi. Di bidang pendidikan, sebanyak 40 program studi atau 74,1 persen telah memperoleh akreditasi Baik atau lebih tinggi. Sebanyak 27 program studi atau 50 persen di antaranya berstatus Baik Sekali atau Unggul.

Di bidang penelitian, Unkhair mencatat 584 kegiatan melalui 11 skema sepanjang 2026. Sebanyak 558 kegiatan atau 95,5 persen berasal dari pendanaan internal universitas.

Abdullah mengatakan arah penelitian ke depan akan difokuskan pada persoalan strategis Maluku Utara, seperti kelautan, pangan, energi, lingkungan, kesehatan, pendidikan, ekonomi masyarakat, pengelolaan sumber daya lokal, dan teknologi tepat guna.

“Kita ingin penelitian Universitas Khairun tidak berhenti di laboratorium atau di jurnal, tetapi hadir sebagai pengetahuan, teknologi, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah daerah,” katanya.

Sementara di bidang pengabdian kepada masyarakat, Unkhair melaksanakan 355 kegiatan melalui 10 skema. Jika digabungkan dengan penelitian, terdapat 939 kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sepanjang 2026.

“Pengabdian kepada masyarakat akan diarahkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Inilah makna universitas yang berdampak, ilmu pengetahuan harus hadir untuk menyelesaikan persoalan masyarakat,” ujar Abdullah.

Unkhair juga mencatat 267 luaran akademik yang terdiri atas 152 artikel dan 115 buku ber-ISBN. Selain itu, terdapat 25 hibah Article Processing Charge atau APC.

Di bidang kekayaan intelektual, Unkhair telah mencatat 135 kekayaan intelektual, termasuk tiga paten yang diperoleh dalam dua tahun terakhir. Dua permohonan paten lainnya masih dalam proses.

Akses pendidikan juga menjadi salah satu perhatian. Pada tahun akademik 2025/2026, sebanyak 4.688 mahasiswa menerima beasiswa. Jumlah itu setara sekitar 28,6 persen dari total mahasiswa aktif Unkhair.

Dari sisi prestasi, mahasiswa Unkhair mencatat 71 capaian dan partisipasi dalam berbagai kompetisi sepanjang 2026. Rinciannya, 24 capaian tingkat provinsi, satu regional, 40 nasional, dan enam internasional.

Sebanyak 46 capaian atau sekitar 64,8 persen berada pada level regional hingga internasional.

Untuk memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, Unkhair memiliki 28 mitra kerja pada 2026. Mitra tersebut terdiri atas 17 lembaga pemerintah, sembilan perusahaan atau sektor swasta, serta dua perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengatakan Unkhair memiliki posisi penting dalam perjalanan pembangunan daerah. Menurut dia, kampus tersebut telah berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang kemudian mengambil peran dalam pembangunan Maluku Utara.

Sarbin menilai perkembangan Unkhair yang semakin dinamis perlu terus didukung, terutama dalam memberikan masukan kepada pemerintah daerah untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan.

“Kita tahu persis pembangunan Maluku Utara secara teori pertumbuhan ekonomi kita nomor satu di Indonesia, tapi apa yang dirasakan masyarakat sama sekali belum. Karena itu, masukan dan perkembangan Unkhair saya kira jadi penting bagi kita untuk terus merubah wajah Maluku Utara,” kata Sarbin.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kata dia, membuka ruang kerja sama dengan Unkhair, termasuk dalam memperbaiki tata ruang serta mendorong terwujudnya keadilan sosial dan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

Dalam momentum Dies Natalis ke-62, pemerintah provinsi juga menyatakan dukungan terhadap pengembangan Unkhair agar mampu menjadi perguruan tinggi yang semakin berdampak dan memiliki daya saing lebih luas.

“Pemerintah Provinsi Maluku Utara sangat mendukung dan optimis Unkhair bisa mewujudkan mimpi indah: Unkhair Berdampak dan Berdaya Saing Internasional. Segera kita wujudkan bersama-sama di Maluku Utara sebagai kampus terbaik,” ujarnya.*(Iksan/red)