TopikBerita.id, Ternate – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya N. Bakrie, mendorong agar investasi yang masuk ke Provinsi Maluku Utara tidak hanya berfokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu melibatkan pengusaha daerah, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pernyataan tersebut disampaikan Anindya usai menghadiri pelantikan Ketua Umum dan Pengurus Kadin Maluku Utara di Kota Ternate, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, Maluku Utara merupakan salah satu daerah dengan potensi ekonomi terbesar di Indonesia. Hal itu terlihat dari laju pertumbuhan ekonomi yang mencapai hampir 20 persen, jauh di atas rata-rata nasional, serta realisasi investasi yang menembus sekitar Rp350 triliun pada tahun lalu.

Ia menilai keberadaan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menjadi bukti bahwa Maluku Utara mampu menarik investasi berskala besar. Kawasan industri tersebut tidak hanya mengembangkan industri baja nirkarat, tetapi juga menjadi pusat pengembangan industri baterai kendaraan listrik.

“Saya tentunya akan menghimbau seluruh investor yang kita temui, baik dalam maupun luar negeri, untuk melirik Maluku Utara secara serius. Karena Maluku Utara pertumbuhannya ini salah satu bahkan yang paling tinggi di Indonesia,” ujar Anindya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tingginya nilai investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, Kadin Indonesia mendorong agar setiap investasi yang masuk dapat melibatkan pengusaha lokal sebagai bagian dari rantai ekonomi daerah.

“Yang paling penting ialah bagaimana ke depannya bisa melibatkan pengusaha-pengusaha lokal Maluku Utara. Pertumbuhan harus terus dicapai, tapi juga inklusif untuk Maluku Utara,” katanya.

Selain mendorong keterlibatan pengusaha lokal, Kadin Indonesia juga berkomitmen mengajak lebih banyak investor untuk menanamkan modal di Maluku Utara.

Ia menegaskan, potensi sumber daya alam yang melimpah, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, serta peluang pengembangan sektor pariwisata, agribisnis, perikanan, dan industri jasa menjadi modal besar bagi daerah ini untuk berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

Lebih lanjut, kata dia, sinergi antara pemerintah daerah, Kadin, investor, dan pelaku usaha lokal harus terus diperkuat agar investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya saing UMKM, dan menghadirkan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat.

Ia, berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat terus dijaga sebagai fondasi pembangunan ekonomi Maluku Utara.

“Kolaborasi tersebut menjadi kunci untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya. (Ican/Red)