TopikBerita.id., Ternate – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendorong Rumah Sakit Islam (RSI) PKU Muhammadiyah Maluku Utara untuk terus bertransformasi menjadi rumah sakit unggulan. Dorongan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Milad ke-15 RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara yang digelar di Kota Ternate, Sabtu (11/7/2026).

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Kesehatan, dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., mengatakan momentum milad harus menjadi titik tolak untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat sumber daya manusia (SDM), serta mempercepat pengembangan fasilitas kesehatan agar mampu bersaing di tengah perubahan regulasi sektor kesehatan.

Menurut Agus, amanat Muktamar Muhammadiyah menegaskan bahwa seluruh amal usaha Muhammadiyah, termasuk rumah sakit, harus bertransformasi menjadi pusat keunggulan tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

“Sesuai amanat Muktamar Muhammadiyah, seluruh amal usaha Muhammadiyah harus bertransformasi menjadi pusat keunggulan, baik dalam kualitas pelayanan maupun dalam menjaga nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sektor kesehatan saat ini mengalami perubahan regulasi yang cukup cepat, mulai dari penataan standar rumah sakit, sistem rujukan, hingga standarisasi kamar rawat inap. Karena itu, setiap rumah sakit dituntut mampu beradaptasi agar tetap memenuhi standar pelayanan sekaligus memiliki daya saing.

Untuk mempercepat proses pengembangan, PP Muhammadiyah juga menugaskan Badan Pelaksana Harian Rumah Sakit Islam Jakarta Group memberikan pendampingan kepada RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara. Pendampingan tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan mutu layanan melalui transfer pengalaman dan praktik terbaik.

“Kami menugaskan Rumah Sakit Islam Jakarta Group untuk mendampingi RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara agar peningkatan kualitas pelayanan dapat berlangsung lebih cepat,” katanya.

Agus menegaskan, kemajuan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh pembangunan gedung atau kelengkapan peralatan medis, tetapi terutama oleh kualitas SDM. Menurutnya, tenaga kesehatan harus memiliki etos kerja tinggi serta menjadikan pelayanan kepada pasien sebagai bagian dari ibadah dan dakwah.

Ia juga mengingatkan agar setiap peringatan milad menghasilkan kemajuan yang nyata. Pertumbuhan rumah sakit, katanya, dapat diwujudkan melalui inovasi pelayanan, peningkatan mutu layanan, hingga penguatan sistem digital.

“Milad tidak boleh hanya menjadi seremoni. Setiap tahun harus ada pertumbuhan, baik melalui pelayanan baru, peningkatan kualitas layanan, maupun digitalisasi rumah sakit,” ujarnya.

Menghadapi persaingan layanan kesehatan yang semakin kompetitif, Agus meminta manajemen rumah sakit lebih fokus meningkatkan kualitas internal dibandingkan hanya melihat perkembangan rumah sakit lain.

“Di era persaingan yang ketat, yang akan bertahan adalah yang memiliki keunggulan. Karena itu fokuslah terus meningkatkan kualitas diri agar masyarakat memilih pelayanan terbaik,” katanya.

Agus menekankan pentingnya memahami kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Menurutnya, pelayanan prima bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan pasien, tetapi juga melampaui harapan mereka sehingga kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit terus meningkat.

“Pelayanan terbaik adalah pelayanan yang tulus, berkualitas, dan mampu melampaui ekspektasi pasien. Itulah yang akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit,” pungkasnya.*(Ican/red)