Kementerian UMKM RI Perketat Pengawasan KUR, Pastikan Dana Tepat Sasaran
TopikBerita.id., Ternate – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penyaluran KUR Wilayah Indonesia Bagian Timur yang berlangsung di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Jumat (26/6/2026).
Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, mengatakan rapat koordinasi tersebut merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan pemerintah untuk memastikan penyaluran KUR berjalan sesuai tujuan.
Menurutnya, pertemuan kali ini merupakan rapat koordinasi ketujuh sejak kabinet berjalan. Evaluasi yang dilakukan secara intensif selama beberapa pertemuan sebelumnya telah menghasilkan berbagai perbaikan signifikan dalam tata kelola program KUR.
“Kami merasa penting dan berkepentingan melakukan ini. Forum ini bertujuan memastikan KUR sampai kepada masyarakat, tepat sasaran, tepat alokasinya, serta tepat jumlahnya,” ujar Helvi.
Ia mengapresiasi kesiapan seluruh lembaga penyalur KUR, mulai dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bank swasta nasional, Bank Pembangunan Daerah (BPD), hingga PT Pegadaian yang terus bersinergi memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
“Ini tentu saja melibatkan komitmen semua pihak, terutama penyelenggara KUR itu sendiri,” katanya.
Selain melakukan evaluasi, pemerintah juga terus membenahi regulasi guna memperkuat ekosistem KUR. Dalam rapat tersebut disepakati optimalisasi sejumlah program pendukung, termasuk sinkronisasi dengan jaminan BPJS serta pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Helvi menjelaskan, sejumlah lembaga pengawas dan regulator juga terus melakukan penyempurnaan kebijakan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan.
“OJK menyempurnakan aturannya, kemudian BPKP juga memperluas monitoring sehingga beberapa kelemahan yang ditemukan dapat diperbaiki ke depan,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Helvi turut menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang selama ini konsisten mendukung pengembangan kewirausahaan melalui berbagai program, seperti UMKM Naik Kelas dan UMKM Go Ekspor.
Ia menambahkan, forum koordinasi tersebut juga menjadi wadah untuk memetakan berbagai persoalan di lapangan, mulai dari keluhan masyarakat, kendala yang dihadapi perbankan, hingga masukan dari regulator dan Kementerian Keuangan.
“Kami akan tetap melanjutkan proses ini sehingga tercapai kemanfaatan dari tujuan pemerintah mengadakan program KUR ini sendiri,” tegas Helvi.*(Ican/red)


Tinggalkan Balasan