Bank Maluku Malut Resmi Jadi Penyalur KUR Ke 47
TopikBerita.id., Kementerian UMKM RI resmi menggandeng PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara sebagai mitra strategis baru dalam ekosistem penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) di aula bank BI ini sebagai bentuk Penyaluran KUR Regional Indonesia Bagian Timur, Jum’at (26/6/2026).
Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, M. Riza Damanik, mengungkapkan bahwa bergabungnya Bank Maluku dan Malut menjadikan bank daerah tersebut sebagai lembaga keuangan ke-47 yang terlibat aktif dalam ekosistem pembiayaan UMKM nasional.
Menurutnya, langkah ini mampu menjadi solusi atas ketimpangan akses modal di wilayah timur, khususnya Maluku Utara yang saat ini mencatatkan angka penyaluran kredit usaha terendah di antara 10 provinsi regional timur.
“Kami sangat senang dengan masuknya Bank Maluku dan Maluku Utara. Ini akan menjadi ‘kendaraan’ penting untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di sana, sehingga UMKM setempat bisa berkembang jauh lebih baik lagi,” ujar Riza.
Selain itu, realisasi penyaluran KUR di Regional Indonesia Bagian Timur telah mencapai Rp. 16,5 triliun yang dialokasikan kepada lebih dari 255.000 pelaku UMKM di 10 provinsi.
Lebih lanjut, kata dia, sebagai bentuk Kabar baik, mayoritas dana tersebut mengalir ke sektor-sektor produktif, dari total Rp.16,5 triliun yang tersalurkan, sebesar 68,2% di antaranya berhasil diserap oleh sektor produksi, angka ini telah melampaui target nasional yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2026, yakni sebesar 65%.
Sementara, secara akumulatif regional sudah melewati target, ia menekankan bahwa masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan, belum semua perbankan atau lembaga penyalur di wilayah tersebut berhasil menyentuh target minimal 65% untuk sektor produksi.
Riza mengimbau kepada seluruh lembaga penyalur yang belum memenuhi target agar bergerak cepat di paruh kedua tahun ini.
“Kepada bank-bank penyalur yang belum mencapai target, kami harapkan di semester dua tahun 2026 ini bisa bergegas melakukan ekspansi pembiayaan, fokuskan pada sektor produksi yang memiliki keunggulan lokal,” tegasnya.
Ia memberi contoh wilayah seperti Maluku, Maluku Utara, Papua, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan memiliki potensi masif di sektor perikanan. Sektor inilah yang harus digenjot agar para nelayan lokal mendapatkan penguatan modal.
“Kita ingin ekonomi nelayan kita lebih kuat dan sejahtera. Dengan begitu, KUR tidak hanya memberikan nilai tambah bagi ekonomi UMKM, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang jauh lebih luas di Indonesia bagian timur,” pungkasnya.*(Ican/red)


Tinggalkan Balasan