TopikBerita.id., Halmahera Selatan – Sejumlah warga Desa Ngokomalako, Kecamatan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, mempertanyakan dugaan penjualan seekor sapi milik kelompok ternak yang dilakukan tanpa persetujuan seluruh anggota kelompok.

Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa sapi tersebut diduga dijual dengan nilai sekitar Rp13 juta. Dalam dugaan transaksi tersebut, nama Kepala Desa Ngokomalako, Muhlas Yahya, dan seorang warga bernama Kadaria Senen disebut-sebut terlibat.

Salah satu anggota kelompok ternak, Rusli Bakar, mengaku kecewa atas penjualan sapi yang menurutnya dilakukan tanpa sepengetahuan maupun persetujuan anggota kelompok lainnya.

“Sapi ini merupakan bagian dari bantuan ternak yang dikelola secara kelompok. Kelompok kami beranggotakan sekitar 16 orang dan memiliki mekanisme musyawarah sebelum mengambil keputusan terkait aset kelompok,” ujar Rusli kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Menurut Rusli, setiap keputusan yang berkaitan dengan aset kelompok semestinya dibahas terlebih dahulu melalui musyawarah bersama seluruh anggota.

“Kalau memang sapi itu mau dijual atau dipotong, harus dibicarakan dan disepakati bersama terlebih dahulu. Itu yang menjadi keberatan kami,” tegasnya.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan langkah hukum apabila persoalan tersebut tidak diselesaikan secara terbuka dan transparan.

“Jika tidak ada penyelesaian yang jelas, kami akan mempertimbangkan menempuh jalur hukum untuk mendapatkan kepastian,” katanya.

Sementara itu, anggota kelompok lainnya, Hayat Ibrahim, mengungkapkan bahwa pembayaran hasil penjualan sapi diduga dilakukan melalui transfer bank. Namun, informasi tersebut masih berdasarkan keterangan yang berkembang di tengah masyarakat dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Kasus ini menjadi perhatian warga setempat karena menyangkut aset bantuan kelompok yang seharusnya dikelola secara kolektif, transparan, dan sesuai kesepakatan seluruh anggota.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Ngokomalako, Muhlas Yahya, maupun pihak yang disebut dalam dugaan penjualan tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan ini.*(sukri/red)