TopikBerita.id., Halmahera Utara – Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan terus melakukan upaya pencarian terhadap tiga pendaki yang dilaporkan hilang pasca terdampak erupsi Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada Jumat (8/5/2026).

Sementara itu sebanyak 17 pendaki lainnya, termasuk sembilan warga negara asing asal Singapura telah berhasil dievakuasi dan dinyatakan selamat, meski sebagian mengalami luka ringan hingga sedang.

Informasi awal diperoleh setelah Basarnas Command Center (BCC) menerima sinyal darurat atau SOS dari perangkat Garmin pada koordinat 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E di kawasan Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara.

Laporan tersebut kemudian dikonfirmasi Kepala Desa Mamuya yang menyebut sejumlah pendaki mengalami luka-luka akibat terdampak erupsi gunung api aktif itu. Pihak desa selanjutnya meminta bantuan SAR untuk proses evakuasi korban.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, membenarkan adanya laporan kondisi membahayakan manusia terkait permintaan evakuasi di Gunung Dukono.

“Kami mendapatkan informasi tersebut pada pukul 08.55 WIT dari Kepala Desa Mamuya. Kondisi membahayakan manusia, terhadap orang yang meminta bantuan evakuasi di Gunung Dukono Halmahera Utara,” ujar Iwan.

Ia menjelaskan, total terdapat 20 korban dalam kejadian ini, terdiri dari 9 orang warga negara asing asal Singapura dan 11 orang warga lokal.

Menindaklanjuti laporan, kata dia, operasi SAR dimulai pada pukul 09.10 WIT dengan memberangkatkan satu tim dari Pos SAR Tobelo.

“Langkah-langkah yang kami lakukan adalah memberangkatkan tim rescue menuju lokasi kejadian. Kami juga berkoordinasi dengan pihak TNI-Polri serta Pos Pengamatan Gunung Dukono,” kata Iwan.

Kemudian pada pukul 10.10 WIT, tim SAR gabungan berangkat dari pos pengamatan menuju lokasi kejadian menggunakan rescue car hingga ke jalan yang bisa dilalui.

Hingga Jumat sore, tim SAR gabungan masih terus berupaya menjangkau titik lokasi para korban di tengah kondisi medan yang cukup berat dan aktivitas erupsi Gunung Dukono yang masih berlangsung.

Operasi pencarian melibatkan Basarnas Pos SAR Tobelo, Polres Halmahera Utara, Kodim Tobelo, BPBD Halmahera Utara, dan masyarakat setempat.* (sukri/red)