Topikberita.id., Ternate – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara, akan mendatangkan 7 ton cabai dari Surabaya Jawa Timur. Hal ini, disampaikan Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua usai menghadiri North Moluccas Investment Business Forum 2026, di Hotel Bela, Kota Ternate, Kamis (29/10/202

Menurut Piet Hein langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan kenaikan harga cabai di pasaran akibat penurunan produksi hortikultura yang dipengaruhi fenomena El Niño.

Ia menjelaskan pengadaan cabai dari luar daerah merupakan upaya pemerintah untuk mengantisipasi kekurangan pasokan dan menjaga stabilitas harga komoditas pangan tersebut.

Selain itu kata, Piet Hein, kebutuhan cabai di Kabupaten Halmahera Utara mencapai sekitar 3 ton per bulan. Karena itu, tambahan pasokan sebanyak tujuh ton diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengurangi tekanan kenaikan harga.

“Kebutuhan cabai di Halmahera Utara sekitar tiga ton per bulan. Dengan tambahan pasokan tujuh ton ini, kami berharap kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan harga cabai bisa lebih terkendali,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, sebagian cabai yang didatangkan akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Halmahera Utara. Sementara, sisa pasokan direncanakan didistribusikan ke sejumlah kabupaten dan kota di Maluku Utara untuk membantu menjaga ketersediaan komoditas tersebut di daerah lain.

Terkait biaya pengiriman, Piet Hein menyebutkan bahwa Badan Pangan Nasional mengambil alih pembiayaan transportasi yang sebelumnya direncanakan menjadi tanggungan pemerintah daerah.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperlancar distribusi cabai dari Jawa Timur ke Maluku Utara sehingga pasokan dapat segera menjangkau masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara juga menargetkan tambahan pasokan tersebut dapat membantu menekan harga cabai agar tidak melampaui Rp100 ribu per kilogram.

“Kami berharap tambahan pasokan ini bisa membantu menekan harga cabai agar tidak menembus Rp100 ribu per kilogram. Dengan begitu, daya beli masyarakat dapat terjaga dan tekanan terhadap inflasi daerah bisa dikurangi,” katanya.

Melalui kerja sama antardaerah tersebut, pemerintah berharap ketersediaan cabai di Maluku Utara tetap terjaga di tengah penurunan produksi lokal. Namun, keberhasilan upaya ini juga bergantung pada kelancaran distribusi, pemerataan pasokan, dan perkembangan harga di tingkat pedagang maupun konsumen.

Pengadaan cabai dari luar daerah diharapkan menjadi langkah untuk mengatasi kekurangan pasokan sekaligus mendukung stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi di Maluku Utara.*(Tim/red