TopikBerita.id., Ternate – PT Soulab Teknindo Gemilang (Laboratory Engineering Technologies) bersama Universitas Khairun (Unkhair) Ternate dan sejumlah mitra industri menggelar seminar dan workshop di Ballroom Hotel Bela, Kamis (30/7/2026), sebagai upaya memperkuat kolaborasi laboratorium di Maluku Utara.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi laboran, dosen, dan peneliti, sekaligus mendorong penerapan standar laboratorium berbasis ISO/IEC 17025. Seminar dan workshop ini juga menjadi tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai verifikasi, validasi, serta pengembangan laboratorium yang memenuhi standar internasional.

Perwakilan PT Soulab Teknindo Gemilang, Alvius Rombe, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan laboran, dosen, dan peneliti dari berbagai instansi agar dapat saling mengenal, bertukar pengalaman, serta membangun kolaborasi dalam pengembangan sains di Maluku Utara.

“Kami ingin para laboran dan peneliti di Maluku Utara terus mengembangkan metode penelitian dan memperkuat kolaborasi sehingga potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia di daerah ini dapat dimaksimalkan dan mampu mengikuti perkembangan sains di tingkat nasional hingga global,” ujar Alvius.

Menurutnya, seminar dan workshop diikuti peserta dari berbagai instansi pemerintah, perguruan tinggi, badan usaha milik negara (BUMN), hingga sektor swasta yang memiliki laboratorium. Melalui forum tersebut, peserta memperoleh pembaruan informasi mengenai pengelolaan laboratorium sekaligus membangun jejaring kerja sama lintas institusi.

“Para peserta memperoleh pembaruan informasi mengenai pengelolaan laboratorium sekaligus membangun jejaring kerja sama lintas institusi,” katanya.

Alvius berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin di Maluku Utara sebagai wadah berbagi pengetahuan, memperkuat sinergi antar laboratorium, serta meningkatkan kualitas riset yang mampu mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Saya berharap seminar dan workshop ini dapat dilaksanakan secara rutin di Maluku Utara sebagai wadah berbagi pengetahuan, memperkuat sinergi antar laboratorium, serta meningkatkan kualitas riset yang mampu mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Khairun, Hasan Hamid, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas laboratorium di lingkungan Unkhair, tetapi juga melibatkan berbagai perguruan tinggi, instansi pemerintah, serta lembaga lain yang memiliki laboratorium.

“Kami berharap bukan hanya Unkhair yang maju, tetapi seluruh laboratorium di Provinsi Maluku Utara dapat berkolaborasi sehingga menghasilkan data uji yang valid, terukur, dapat dipercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” kata Hasan.

Ia menegaskan, keberadaan laboratorium yang terakreditasi ISO/IEC 17025 memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya pada sektor pengujian sumber daya alam. Menurutnya, Maluku Utara sebagai salah satu daerah penghasil nikel membutuhkan laboratorium yang mampu menghasilkan data ilmiah berkualitas guna mendukung pengembangan sektor pertambangan dan sumber daya mineral.

Selain memperkuat sistem laboratorium, Universitas Khairun juga tengah mengembangkan Laboratorium Terpadu yang akan mengintegrasikan berbagai laboratorium dari berbagai disiplin ilmu. Fasilitas tersebut didukung melalui pembangunan gedung hibah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang ditargetkan rampung pada akhir 2026 dan mulai dimanfaatkan pada 2027.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan kualitas laboratorium di Maluku Utara semakin meningkat sehingga mampu menghasilkan riset yang berkualitas, mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.*(Ican/red)