TopikBerita.id., Bagi kamu yang gemar jalan-jalan tapi masih bingung menentukan tujuan liburan berikutnya, mungkin Meti Cottage bisa jadi salah satu tempat yang tepat. Pulau kecil ini tersembunyi di perairan Kecamatan Tobelo Timur, tidak jauh dari daratan Pulau Panjang, Halmahera Utara, sebuah “surga di sudut kecil” yang menawarkan ketenangan sekaligus keindahan alam yang jarang tersentuh keramaian.

Perjalanan Menuju Pulau

Dilihat dari udara, Meti Cottage tampak memanjang dengan luas daratan sekitar 2.000 hektare, dikelilingi laut yang jernih kehijauan. Area wisatanya sendiri mencakup sekitar lima ratus meter persegi. Untuk mencapainya, pengunjung harus menumpang perahu sekitar 10 menit dari Desa Mawea menuju bibir pesisir pulau.

Perjalanan singkat itu justru menjadi bagian dari pengalaman: laut biru terbentang, angin pantai menerpa wajah, dan pemandangan garis pantai yang perlahan mendekat menghadirkan sensasi memasuki dunia yang berbeda.

Pantai Jernih, Sunset yang Memanjakan Mata

Begitu tiba, suasana tenang langsung menyambut. Airnya yang bening membuat siapa pun tergoda untuk berenang sekaligus mengabadikan momen demi menambah koleksi galeri foto. Ada pula sedikit hutan yang menaungi tepian pulau, menambah kesan asri dan alami.

Saat sore tiba, langit di atas Meti Cottage berubah warna, menghadirkan panorama sunset yang memukau, momen yang sayang untuk dilewatkan. Tak kalah menarik, suasana pagi hari saat fajar menjelang matahari terbit turut menyuguhkan pemandangan yang tak kalah indah, membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati ketenangan pulau.

Yang membuat suasana semakin istimewa: sepanjang pantai Meti Cottage, hampir tidak ditemukan sampah rumahan seperti botol plastik maupun kertas. Kebersihan ini menjadi salah satu nilai jual utama yang menjaga keaslian keindahan alamnya.

Fasilitas yang Memanjakan Wisatawan

Meski berada di pulau terpencil, Meti Cottage tidak kalah dalam urusan kenyamanan. Jaringan internet tersedia sehingga pengunjung bisa langsung membagikan foto-foto liburan ke media sosial atau memperlihatkannya kepada teman-teman terdekat tanpa harus menunggu kembali ke daratan.

Sebagai sambutan, setiap tamu yang datang akan disuguhi welcome drink berupa moctail orens yang menyegarkan usai perjalanan laut. Adi, sang pengelola, menyebutnya sebagai hidangan pertemuan sekaligus ucapan selamat datang bagi setiap tamu yang tiba.

Bagi pencinta dunia bawah laut, tersedia pula alat selam untuk menjelajahi keindahan bawah laut di sekitar pulau. Fasilitas lain seperti ruang meeting dan karaoke turut disediakan, cocok untuk kegiatan kelompok, gathering, maupun sekadar bersantai bersama teman.

Dirintis dari Nol Sejak 2017

Meti Cottage berdiri sejak 2017, dirintis oleh seorang pria bernama Adi, warga Sleman yang lahir di Aceh dan kemudian merantau ke Maluku Utara. Dari sebuah pulau kecil yang sunyi, ia membangun destinasi wisata yang kini mulai dikenal, bahkan hingga ke telinga wisatawan mancanegara.

Latar belakang keilmuan Adi turut membentuk perjalanannya: ia seorang sarjana magister MBA yang pernah menempuh pendidikan di Jerman dan sempat bekerja di salah satu restoran di sana.

Awal mula yang tak disangka. 

Cerita bermula dari sebuah kebetulan. Suatu hari, Adi mendengar perbincangan tiga pegawai Bank Indonesia di Ambon yang menceritakan keindahan alam Ambon, sementara seorang perempuan yang akrab disapa “tante Mimi” bercerita tentang keindahan Tobelo. “Saya mendengar semua percakapan mereka karena saya berada di belakang mereka,” ujarnya.

Pertemuan itu berlanjut secara tak terduga. Dalam penerbangan dari Jakarta menuju Manado dengan maskapai Batik Air, Adi kebetulan duduk sejajar dengan Mimi. Ia pun mulai bercerita tentang keindahan alam Tobelo. “Kalau enggak percaya, kunjungi saya,” ujar Mimi kala itu.

Rasa penasaran yang begitu kuat membuat Adi akhirnya menyambangi rumah Mimi. Perbincangan mereka berakhir dengan baik dan menjadi awal mula terbangunnya wisata Meti Cottage.

Jejak Sejarah di Dasar Laut

Tidak hanya menyimpan keindahan alam, Pulau Meti Cottage juga menyimpan daya tarik sejarah. Di kawasan ini terdapat artefak peninggalan Perang Dunia II berupa bangkai pesawat tempur, meriam, dan kendaraan militer Jepang di dasar laut.

Lokasi cottage sendiri sengaja dibangun di ujung tanjung pulau, di antara dua pulau serupa yang berada di sisi kiri dan depannya. Pilihan ini didasarkan pada posisinya yang pas untuk menjemput sunset serta ketenangan air laut di sekitarnya.

Kehidupan di Pulau: Bersama Warga Lokal

Sudah sekitar sepuluh tahun wisata ini beroperasi dan kini cukup dikenal. Selain kunjungan wisatawan lokal, kunjungan wisatawan mancanegara asal Jerman dan Prancis juga ramai terjadi, khususnya antara Agustus hingga Februari setiap tahunnya. Para tamu mengaku senang dengan pelayanan serta menu makanan yang disajikan selama menginap.

Keseharian di Meti Cottage dijalani penuh kekeluargaan. Adi bersama seluruh pengelola makan, minum, hingga tidur di lokasi wisata. “Alam bagian dari rumah sendiri,” ujarnya. Dari seratus persen karyawan yang bekerja di sana, sekitar 80 persen di antaranya adalah warga lokal. “Mereka adalah keluarga saya, ada juga saudara saya yang bekerja bersama saya,” tuturnya.

Harga dan Perbandingan dengan Destinasi Lain

Meti Cottage menawarkan paket menginap yang cukup bersahabat: satu kamar untuk 4 orang dibanderol sekitar Rp4,5 juta, sementara kamar untuk 2 orang sekitar Rp2,5 juta.

Dibandingkan destinasi populer lain di Maluku Utara, Meti Cottage memang belum seramai Danau Tolire dan belum seindah Danau Laguna di Ternate. Namun justru di situlah daya tariknya, suasana yang lebih tenang dan personal, dengan pesona alam khasnya sendiri yang tak kalah menawan untuk dijelajahi.

Tiga Hari di Surga Kecil 

Kesempatan menikmati keindahan Meti Cottage datang bersamaan dengan kegiatan capacity building yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku Utara pada 28 Juli 2026. Selama tiga hari penuh, ada waktu untuk mengenal pulau ini lebih dekat: menghirup udara segar pagi hari, mandi pantai bersama rekan-rekan, hingga bersantai menyaksikan sunset yang memukau di sore hari.

Tiga hari mungkin terasa singkat, tapi cukup untuk membuktikan bahwa Meti Cottage layak masuk daftar destinasi liburan berikutnya sebuah pulau kecil di ujung timur Tobelo yang menyimpan kedamaian, keindahan, dan kehangatan yang jarang ditemukan di tempat lain.

Tertarik menjajal sendiri pesona Meti Cottage? Cukup menyeberang 10 menit dari Desa Mawea, dan surga di sudut kecil ini siap menyambutmu.*(sukri/red)