OJK Malut Gelar 21 Kegiatan Inklusi Keuangan, Salurkan Pembiayaan Rp. 18,70 Milyar
Topikberita.id., Ternate – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Utara terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui berbagai program edukasi, perluasan akses layanan keuangan serta penguatan pelindungan konsumen.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan 21 kegiatan dalam rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang melibatkan sekitar 2.513 peserta selama periode September hingga Oktober 2026.
Kepala OJK Provinsi Maluku Utara, Adi Surahmat, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Puncak Bulan Inklusi Keuangan Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 di Ternate, Sabtu (31/10/2026).
Adi mengungkapkan, rangkaian kegiatan tersebut menghasilkan pembukaan 506 rekening efek atau saham, 700 rekening Simpanan Pelajar (SimPel), serta penyaluran kredit dan pembiayaan produktif sebesar Rp.81,70 miliar kepada 735 debitur di Kota Ternate.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa program inklusi keuangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, tetapi juga mendorong pemanfaatannya untuk kegiatan produktif.
“Peningkatan literasi dan inklusi keuangan tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan edukasi maupun pembukaan rekening, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu memahami, mengakses dan memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan secara tepat, aman dan bertanggung jawab,” jelas Adi.
Ia menegaskan, OJK akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, khususnya melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), agar akses keuangan semakin merata dan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Selama pelaksanaan BIK 2026, berbagai kegiatan edukasi menyasar pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga masyarakat umum.
Program tersebut antara lain OJK Mengajar di Universitas Khairun, pelatihan pasar modal bagi tenaga pendidik, edukasi investasi kepada pelajar, literasi keuangan bagi UMKM serta sosialisasi digitalisasi usaha bersama sejumlah mitra industri jasa keuangan.
Selain itu, OJK juga melaksanakan Sekolah Pasar Modal, edukasi investasi kepada komunitas masyarakat, podcast edukasi keuangan bersama RRI, hingga berbagai perlombaan literasi keuangan untuk mendorong keterlibatan generasi muda.
Salah satu kegiatan edukasi dalam rangkaian Legu Tara No Ate juga menghasilkan pembukaan 100 rekening investasi emas.
Pada puncak kegiatan tersebut, OJK turut memberikan penghargaan kepada sejumlah lembaga jasa keuangan yang berkontribusi dalam penyaluran kredit dan pembiayaan produktif serta pembukaan rekening Simpanan Pelajar.
Penghargaan diberikan kepada perbankan umum, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah, serta lembaga jasa keuangan khusus, termasuk PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Ternate.
Di sisi lain, OJK menegaskan bahwa perluasan akses keuangan harus diimbangi dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap manfaat, karakteristik, risiko, serta hak dan kewajiban dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan.
Masyarakat juga diimbau memastikan legalitas lembaga jasa keuangan dan kewajaran penawaran investasi sebelum melakukan transaksi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan dan aktivitas keuangan ilegal.
Adi turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kota Ternate, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Maluku Utara, serta seluruh lembaga jasa keuangan yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.
Melalui sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan, OJK berharap Bulan Inklusi Keuangan tidak sekadar menjadi momentum memperluas akses terhadap layanan keuangan formal, tetapi juga mampu mendorong masyarakat Maluku Utara semakin cerdas secara finansial, terlindungi, mandiri dan sejahtera.*(Tim/red)


Tinggalkan Balasan