Kapolres Ternate Minta Maaf atas Aksi Pembuangan Sampah oleh Dua Pegawai Harian Lepas
Topikberita.id., Ternate – Kapolres Ternate, AKP Anita Ratna Yulianto, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas tindakan dua pegawai harian lepas (PHL) yang membuang sampah sembarangan menggunakan mobil derek atau towing milik Satlantas Polres Ternate.
Permohonan maaf tersebut disampaikan Anita saat ditemui pada Jumat sore (30/10/2026). Ia menegaskan, pihaknya menerima kritik masyarakat dan tidak berupaya mencari pembenaran atas tindakan kedua pegawai tersebut.
“Kami tidak mencari pembenaran. Yang pasti, kami menerima kritik itu. Jujur, saya kaget, tetapi di balik itu semua, kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” ujar Anita.
Ia menjelaskan, dua orang yang terlibat dalam aksi tersebut berinisial O dan AS. Keduanya bukan anggota Polri, melainkan pegawai harian lepas yang bekerja di lingkungan Satlantas Polres Ternate.
Menurut Anita, tindakan tersebut terjadi pada Kamis (29/10/2026), sekitar pukul 20.45 WIT. Kedua pegawai itu masing-masing bertugas sebagai pengemudi dan petugas cleaning service.
Sampah tersebut dibuang di depan Kantor Palang Merah Indonesia (PMI), Kelurahan Stadion, Kota Ternate.
Anita mengaku heran karena kedua pegawai tersebut menggunakan mobil towing yang biasanya dimanfaatkan untuk kegiatan penertiban dan razia kendaraan bermotor.
“Kami juga tidak mengetahui bagaimana mereka bisa menggunakan mobil towing yang biasanya digunakan untuk kegiatan penertiban kendaraan. Saya baru mengetahui kejadian itu setelahnya,” katanya.
Ia menegaskan, tidak pernah ada perintah dari pimpinan kepada kedua pegawai tersebut untuk membuang sampah secara sembarangan. Petugas cleaning service memang memiliki tugas membersihkan sampah di lokasi-lokasi tertentu, tetapi sampah seharusnya diangkut dan dibuang ke tempat pembuangan yang telah disediakan.
“Untuk pembuangan sampah itu, kami sama sekali tidak pernah menyuruh. Petugas cleaning service memang bertugas membersihkan sampah di lokasi lalu lintas, tetapi tidak ada satu pun dari kami yang memerintahkan mereka membuang sampah berserakan di pinggir jalan atau bukan pada tempatnya,” tegasnya.
Anita menilai tindakan tersebut sangat disayangkan, terlebih saat ini Kota Ternate tengah menghadapi persoalan sampah yang membutuhkan kepedulian dan tanggung jawab bersama.
Setelah mengetahui kejadian itu, ia memerintahkan personil untuk melakukan pembersihan di lokasi pada Jumat pagi.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah memberikan teguran kepada kedua pegawai tersebut, baik secara lisan maupun tertulis. Keduanya juga telah membuat surat pernyataan atas perbuatan yang dilakukan.
Menurut Anita, kedua pegawai itu kini menyesali tindakan mereka dan mengaku terkejut dengan dampak luas yang ditimbulkan setelah kejadian tersebut menjadi perhatian publik.
“Apapun itu, kami bertanggung jawab. Saya selaku pimpinan di sini memohon maaf kepada masyarakat Kota Ternate, baik secara pribadi maupun atas nama institusi,” tutupnya.*(Tim/red)


Tinggalkan Balasan