Topikberita.id., Ternate – Perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate memasuki babak penentuan menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VII. Lima bakal calon telah mengembalikan berkas pendaftaran, sementara satu kandidat dinyatakan gugur karena tidak menyerahkan berkas hingga batas akhir pendaftaran.

Lima bakal calon tersebut masing-masing Bahtiar Mole, Muhammad Saiful, Ardian Idhan, Makmur Gamgulu, dan Amin Subuh. Sementara itu, Hi. Jekson Drifiing tidak melanjutkan proses pencalonan karena tidak mengembalikan berkas.

Ketua Steering Committee (SC) Musda VII Golkar Kota Ternate, Hi. Abdurrahman Bailusi, mengatakan kandidat yang tidak menyerahkan berkas hingga batas waktu yang ditentukan dinyatakan gugur sesuai ketentuan yang berlaku.

“Yang tidak mengembalikan berkas dianggap gugur sesuai aturan,” kata Abdurrahman.

Meski lima bakal calon telah mengembalikan berkas, penetapan kandidat yang memenuhi persyaratan masih menunggu hasil verifikasi panitia. Pemeriksaan juga akan difokuskan pada kelengkapan dokumen, keabsahan rekomendasi dukungan, serta kemungkinan adanya dukungan ganda.

Menurut Abdurrahman, hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan bakal calon yang berhak melanjutkan ke tahapan pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate.

Salah satu bakal calon, Ardian Idhan, mengaku telah menyerahkan 10 dukungan dari total 14 pemilik hak suara saat mengembalikan berkas pencalonan. Ia menilai jumlah tersebut telah melampaui persyaratan minimal sebesar 30 persen.

Ardian menjelaskan, dukungan yang diserahkannya terdiri atas tujuh pimpinan kecamatan, dua organisasi sayap Partai Golkar, yakni Angkatan Muda Partai Golkar (AMPI) dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), serta unsur DPD II Golkar Kota Ternate.

Menurut dia, dukungan dari unsur DPD II berasal dari ketua dan sekretaris kepengurusan yang sedang berjalan.

“Sampai pada tahap pengembalian berkas, saya tetap optimistis menang,” ujarnya.

Jika terpilih, Ardian menyatakan akan melibatkan seluruh pimpinan kecamatan dalam setiap program partai. Ia juga menargetkan Golkar mampu mempertahankan kursi di DPR serta mengusung kader sendiri sebagai calon wali kota pada pemilihan kepala daerah mendatang.

Sementara itu, bakal calon lainnya, Makmur Gamgulu, mengaku telah mengembalikan berkas pencalonan dengan membawa tujuh rekomendasi dukungan.

Makmur menjelaskan, empat rekomendasi berasal dari pihak yang sebelumnya belum memberikan dukungan kepada kandidat lain. Adapun tiga rekomendasi lainnya, menurut dia, beralih setelah pemberi dukungan menarik rekomendasi sebelumnya.

Ia menyebut dukungan tersebut berasal dari sejumlah pimpinan kecamatan, yakni Ternate Utara, Pulau Ternate, Batang Dua, dan Pulau Moti. Selain itu, Makmur mengaku memperoleh dukungan dari AMPI dan KPPG.

Menurut Makmur, sejumlah organisasi yang sebelumnya mendukung kandidat lain telah menarik rekomendasi tersebut dan mengalihkannya kepada dirinya.

Ia juga menyatakan akan mempersoalkan sejumlah rekomendasi yang menggunakan surat keputusan pelaksana tugas (Plt). Makmur menilai rekomendasi yang dimilikinya diterbitkan berdasarkan hasil musyawarah.

Meski demikian, keabsahan seluruh rekomendasi tetap akan ditentukan melalui proses verifikasi oleh SC. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu tahapan krusial yang menentukan kelanjutan pencalonan masing-masing bakal calon.

Di tengah persaingan antarkandidat, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate, Fuad Alhadi, menilai proses penjaringan merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam menentukan arah kepemimpinan partai ke depan.

Menurut Fuad, munculnya sejumlah bakal calon menunjukkan adanya kesempatan bagi kader untuk berkompetisi. Ia berharap Musda berlangsung secara dewasa dan menghasilkan figur yang mampu membawa Partai Golkar semakin berkembang.

“Generasi DPD Golkar sudah menunjukkan kepada publik bahwa kita berpolitik dengan dewasa untuk menentukan pilihan figur yang mampu membawa Golkar ke depan lebih baik,” kata Fuad.

Ia mengatakan dinamika internal partai seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi seluruh kader. Setiap kader, menurut dia, memiliki kompetensi dan kesempatan untuk memimpin partai tanpa dibatasi latar belakang tertentu.

Fuad juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan sebagai bagian dari arah politik Partai Golkar yang perlu diterapkan hingga tingkat daerah.

“Ini sudah menjadi era anak muda dan sudah dibangun oleh DPP Partai Golkar. Ini harus diikuti oleh setiap DPD di setiap daerah, termasuk DPD II Kota Ternate,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Musda VII DPD II Partai Golkar Kota Ternate, Bahtiar Sakir, mengatakan pelaksanaan Musda dijadwalkan berlangsung pada 12 Oktober 2026. Jadwal tersebut mundur sehari dari rencana sebelumnya, yakni 11 Oktober 2026.

Bahtiar menyebut persiapan pelaksanaan Musda telah mencapai 100 persen. Panitia kini melanjutkan tahapan menuju pelaksanaan kegiatan, termasuk verifikasi berkas pencalonan dan rekomendasi dukungan.*(Tim/Red)*