Karhutla Maba Selatan Belum Padam, Ketua KPM-Gotowasi Abdul Hafid Soroti Respons Pemda Haltim
Topikberita.id., Ternate – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, hingga Jumat (2/10/2026) masih terus berlangsung.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Ketua Umum Kerukunan Pelajar Mahasiswa Gotowasi (KPM-Gotowasi) Kota Ternate, Abdul Hafid. Ia menyayangkan respons Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur yang dinilainya belum maksimal dalam menangani kebakaran yang telah meluas ke sejumlah perkebunan warga.
Abdul Hafid mengatakan, kobaran api hingga kini masih bergerak dan dikhawatirkan semakin mendekati kawasan permukiman warga, sekolah, serta Kantor Camat Maba Selatan.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan langkah cepat dari pemerintah daerah, mengingat kebakaran telah berlangsung dan berdampak terhadap lahan perkebunan masyarakat.
“Bagi saya, api yang terus menjalar dan semakin besar adalah bentuk dari kesengajaan Bupati,” kata Abdul Hafid pada media ini. Jumat, (2/9/2026)
Pernyataan tersebut merupakan kritik Abdul Hafid terhadap Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, yang dinilainya belum menunjukkan langkah penanganan yang serius terhadap kebakaran di wilayah Maba Selatan.
Ia menilai pemerintah daerah seharusnya segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas dan mengancam fasilitas umum maupun permukiman warga.
Abdul Hafid juga meminta pemerintah daerah tidak membiarkan masyarakat menghadapi sendiri dampak kebakaran yang mengancam perkebunan mereka.
Ia menegaskan, pihaknya akan memberikan waktu dua hari kepada pemerintah daerah untuk melakukan penanganan dan memastikan kebakaran dapat dikendalikan.
“Jika dalam waktu dua hari api belum juga padam, kami akan melakukan konsolidasi untuk menduduki Kantor Bupati,” tegasnya.
Abdul Hafid berharap Pemkab Halmahera Timur segera turun langsung ke lokasi dan mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk memadamkan api, sekaligus mencegah kebakaran merambat ke permukiman dan fasilitas publik.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari Bupati Halmahera Timur maupun Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur terkait kritik dan ultimatum yang disampaikan Abdul Hafid tersebut.*(Tim/red)


Tinggalkan Balasan