Topikberita.id., Ternate – Moh Farid membantah pernyataan Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Halmahera Timur yang menyebut pihaknya belum menerima laporan resmi beserta dokumen pengaduan dari Farid.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui media “ternatehariIni”. Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnakertrans Halmahera Timur mengatakan pihaknya belum menerima laporan maupun dokumen pengaduan secara resmi.

“Secara resmi, kami belum menerima laporan atau dokumen pengaduannya. Jadi, kita ingin proses pengaduan itu harus disertai dokumen, sementara dokumennya tidak ada,” ungkapnya.

Farid mengatakan laporan tersebut telah disampaikan kepada Disnakertrans Halmahera Timur. Ia juga masih menyimpan salinan dokumen dalam bentuk soft file.

“Sejumlah surat pengaduan saya buat, mulai dari surat pengaduan ke Nakertrans Halmahera Timur hingga Nakertrans Provinsi. Namun, dari pihak Nakertrans Provinsi meminta penyelesaian di tingkat kabupaten terlebih dahulu. Apabila tidak dapat diselesaikan, bisa dilimpahkan ke Nakertrans Provinsi,” ujar Farid, Sabtu, (19/9/2026)

Menurut Farid, seluruh dokumen pengaduan telah dikirimkan kepada Saiful dan Sekretaris Disnakertrans Halmahera Timur, Ade Salman. Ia juga menyebut proses pengaduan telah berlanjut hingga tahap pemanggilan.

“Surat panggilan ke saya sudah keluar dari Nakertrans Haltim, serta surat panggilan ke perusahaan PT MRI, namun pihak PT MRI tidak hadir memenuhi panggilan,” jelasnya.

Farid menilai pernyataanKepala Bidang Tenaga Kerja Disnakertrans Halmahera Timur tersebut, tidak sesuai dengan proses pengaduan yang telah berjalan. Ia bahkan menduga persoalan tersebut sengaja ditutup.

“Saya menilai tanggapan Kabid Tenaga Kerja Nakertrans Halmahera Timur adalah upaya menutup masalah yang ada,” ungkapnya.

Karena itu, Farid berharap persoalan tersebut dapat dilimpahkan ke Disnakertrans Provinsi Maluku Utara untuk ditangani lebih lanjut.

“Keinginan saya untuk melimpahkan masalah ini ke Nakertrans Provinsi, karena saya anggap Nakertrans Halmahera Timur menutup masalah ini,” katanya.*(Tim/red)