TopikBerita.id., Halmahera Utara – Dua Nelayan warga Desa Gamhoku berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah Pambot  yang ditumpangi mengalami patah propeler di perairan antara Sanger, Provinsi Sulawesi Utara, dan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.

Kronologi Kejadian. Pada hari Rabu, 27 Mei 2026 pukul 02.00 WITA, Kedua korban diketahui berangkat menggunakan pambot dari Sangir, Sulawesi Utara menuju Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Pada pukul 13.00 WIT, pambot yang digunakan mengalami kerusakan berupa patah AS propeller sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran.

Korban sempat berlindung dengan mengikat pambot pada sebuah Rumpon sambil mencoba memperbaiki Mesinnya di posisi koordinat 02°12’36” N / 127°14’24” E.

Pada hari Kamis, 28 Mei 2026 pukul 07.00 WIT. Korban menginformasikan kepada keluarga menggunakan Hp bahwa akan melanjutkan perjlanan menuju Dama dengan cara mendayung.

Namun sampai pada Jumat keluarga belum bisa berkoordinasi dengan korban dikarenakan terkendala jaringan maka istri korban menelepon ke Basarnas untuk meminta perbantuan SAR.

Setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian sesuai rencana operasi untuk melakukan penyisiran di perairan tersebut.

Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani menyampaikan, kedua korban atas nama Alwin Barhama dan Iradat Ongkormol berhasil ditemukan pada pukul 15.59 WIT.

“Kedua korban ditemukan dalam kondisi lemas akibat kelelahan,” kata Iwan Ramdani Jumat (29/05/2026)

Ia menambahkan setelah ditemukan, korban segera dievakuasi. Sekitar pukul 17.55 WIT, Tim SAR Gabungan berhasil membawa korban menuju Desa Sofi dan menyerahkan kepada pihak keluarga dalam keadaan selamat.

Dalam operasi ini, sejumlah unsur terlibat di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Ternate, Pos SAR Tobelo, Pos AL Tobelo, Polair Polda Maluku Utara, serta keluarga korban.

Tim SAR Gabungan juga melakukan evaluasi dan memberikan pengarahan kepada pihak keluarga. Usai evaluasi, seluruh unsur yang terlibat dalam pertolongan kembali ke kesatuan masing-masing.

Iwan Ramdani mengimbau kepada masyarakat, agar selalu memeriksa kondisi perahu sebelum berlayar dan membawa perlengkapan keselamatan untuk mengantisipasi kejadian serupa.* (sukri/red)