TopikBerita.id., Sofifi – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Sosial (Dinsos) meluncurkan rangkaian program bantuan sosial 2026. Program ini mencakup pembagian 11 ribu paket sembako gratis, bantuan kesehatan, hingga alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Peluncuran dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat dan membantu warga yang terdampak penyesuaian data kepesertaan bantuan kesehatan.

Kepala Dinsos Maluku Utara, Zen Kasim, menyebut pembagian 11 ribu paket sembako gratis menjadi program utama yang diluncurkan hari ini.

“Kegiatan yang kami luncurkan hari ini adalah pembagian 11 ribu paket sembako gratis untuk mengantisipasi inflasi,” ujar Zen Kasim.

Ia menjelaskan, bantuan ini juga menyasar sekitar 54 ribu warga yang sebelumnya dinonaktifkan dari kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

“Mereka yang sebelumnya dinonaktifkan dari PBI-JK akan kami bantu melalui program beras dan sembako gratis,” kata Zen pada media ini, Senin,(25/05/2026)

Selain bantuan pangan, Pemprov Malut juga menyalurkan berbagai bantuan sosial lain. Bantuan tersebut meliputi kaki palsu, tongkat bantu jalan, kursi roda, hingga santunan biaya hidup.

Santunan biaya hidup diberikan bagi pasien rujukan dari kabupaten/kota ke tingkat provinsi. Besarannya Rp1,5 juta per pasien.

Sementara itu, pasien rujukan dari RSUD Chasan Boesoirie ke luar daerah mendapat bantuan lebih besar, yakni Rp2,5 juta per pasien.

Pemerintah daerah juga menyerahkan santunan kematian kepada sejumlah keluarga penerima manfaat melalui program bantuan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara.

Zen menegaskan, seluruh bantuan diprioritaskan bagi masyarakat desil 1 sampai desil 5. Artinya, bantuan ini menyasar kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami kendala biaya pengobatan agar tidak ragu menghubungi Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara.

“Silakan melapor jika ada warga yang kesulitan biaya berobat. Dinsos siap membantu sesuai mekanisme yang ada,” tutupnya.*(sukri/red)