TopikBerita.id., Ternate – Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara resmi menggelar rangkaian seleksi Pemilihan Duta Bahasa tahun 2026. Ajang ini menjadi sarana menjaring generasi muda terbaik yang nantinya akan ditunjuk sebagai wakil daerah untuk berlaga di tingkat nasional.

Ketua Pelaksana Duta Bahasa Malut 2026, Anjasmoro Wibowo, menjelaskan kegiatan ini merupakan program tahunan yang digagas oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dan dilaksanakan secara serentak di 30 provinsi di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Maluku Utara.

“Untuk Maluku Utara, Pelaksanaan Seleksi dikelola langsung oleh Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara. Jumlah pendaftar yang mengikuti pemilihan tahun ini, mencapai lebih dari 100 orang, telah kami saring menjadi 50 peserta yang lulus ke tahap seleksi berikutnya,” Kata Anjasmoro Wibowo kepala media ini Rabu (20/05/2026).

Menurutnya, proses seleksi berlangsung selama dua hari, yakni pada 19 hingga 20 Mei 2026, dengan target menjaring 20 peserta terbaik. Pada hari pertama, seluruh peserta mendapatkan pembekalan materi dari Ikatan Alumni Duta Bahasa mengenai tugas, fungsi, serta peran strategis seorang duta bahasa dalam melestarikan bahasa dan sastra.

Tidak hanya pembekalan, kata dia, peserta juga diuji berbagai kompetensi, mulai dari kemampuan bahasa asing, penguasaan bahasa daerah, hingga kemampuan menyusun dan memaparkan ide program kerja yang berkaitan dengan bidang kebahasaan dan kesastraan.

“Sementara pada hari ini, penjurian berfokus pada penampilan minat dan bakat, serta kemampuan berbicara di depan umum atau wicara publik. Proses penjurian tahap ini telah selesai dilaksanakan hari ini,” ujarnya.

Anjasmoro menambahkan peserta yang mengikuti ajang ini merupakan kalangan mahasiswa dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun.

“Khusus untuk pelajar sekolah menengah, sudah ada program Duta Bahasa Pelajar secara terpisah, jadi untuk kategori ini memang dikhususkan bagi kalangan mahasiswa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Anjasmoro menjelaskan setelah tahap penyaringan awal selesai, panitia akan menetapkan 20 besar peserta terpilih. Mereka diwajibkan untuk menjalankan program kerja yang telah dipresentasikan sebelumnya, sebelum akhirnya kembali disaring menjadi 10 finalis, yang terdiri dari lima putra dan lima putri terbaik.

“Untuk malam puncak penobatan pemenang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang,” jelasnya.

Dengan demikian pasangan terbaik yang terpilih nanti akan membawa nama Provinsi Maluku Utara dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa.* (sukri/red)