BI Malut Kembali Buka Program SERUMBI 2026, Sasar Seluruh UMKM Wilayah Provinsi Malut
TopikBerita.id., Ternate – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara akan meluncurkan kembali Program Serangkaian Kurasi UMKM & Wirausaha Unggulan Bank Indonesia atau yang disingkat SERUMBI untuk tahun 2026.
Program ini disusun sebagai upaya strategis untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar naik kelas melalui tiga pilar utama, yaitu penguatan penerapan digitalisasi usaha, peningkatan standar kualitas produk, serta perluasan akses pasar.
Kepala KPwBI Maluku Utara, Handi Susila, menjelaskan bahwa pada pelaksanaan tahun ini, program mengalami penguatan cakupan wilayah. Jika sebelumnya lebih terpusat di ibu kota provinsi, kini jangkauan peserta diperluas hingga menjangkau seluruh wilayah Maluku Utara.
Langkah ini diambil agar manfaat pembinaan dan pengembangan usaha dapat dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh pelaku usaha yang ada di wilayah Maluku Utara.
“Program SERUMBI merupakan upaya yang disusun secara sistematis untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal. Kami ingin memastikan usaha yang dibina tidak hanya mampu bersaing di pasar daerah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menembus pasar nasional bahkan hingga pasar internasional,” ujar Handi saat penyampaiannya pada Kamis (23/4/2026).
Lebih lanjut, Handi menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti program ini akan mendapatkan beragam kesempatan dan manfaat. Salah satunya adalah kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan pameran dan promosi produk yang diselenggarakan baik di lingkungan wilayah Maluku Utara maupun di daerah lain di luar provinsi.
Selain itu, para pelaku usaha juga berkesempatan untuk menambah wawasan dan pengalaman berusaha, serta mendapatkan berbagai jenis sertifikasi yang dibutuhkan sebagai syarat dan pendukung dalam mengembangkan usaha serta produk yang dihasilkan.
Program SERUMBI dilaksanakan melalui tahapan yang terstruktur dan berjenjang untuk memastikan kualitas peserta dan hasil pembinaan. Tahap awal yang harus dilalui adalah seleksi administrasi, di mana panitia akan memeriksa kelengkapan dokumen dan kesesuaian persyaratan yang telah diajukan oleh pendaftar.
“Bagi peserta yang lolos seleksi administrasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian pembekalan dan penilaian yang mencakup materi kewirausahaan berbasis digital, pengetahuan ekonomi, serta penilaian karakter pribadi pelaku usaha,” tambahnya.
Setelah itu, dilakukan proses kurasi dan penilaian produk yang dikerjakan langsung oleh tenaga ahli sesuai dengan bidang usaha yang digeluti, seperti sektor makanan dan minuman, kerajinan tangan, fesyen, serta bidang usaha lainnya.
Peserta yang dinyatakan memenuhi kriteria kelayakan akan berhak melaju ke tahap penilaian berikutnya. Proses penyaringan akan berlangsung semakin ketat, khususnya bagi peserta yang berkeinginan untuk mengikuti kegiatan pameran atau promosi produk di luar negeri.
Usai melewati seluruh rangkaian proses seleksi tersebut, peserta akan mengikuti pelatihan intensif serta penilaian lanjutan yang dilaksanakan di tingkat wilayah maupun tingkat pusat.
Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, para ahli juga akan terus memantau perkembangan usaha peserta, memastikan ilmu yang telah diperoleh diterapkan dengan baik, serta menilai dampak positif dari seluruh rangkaian pembinaan yang telah diikuti.
Dalam mendukung pemasaran produk, peserta juga akan difasilitasi untuk mengikuti berbagai ajang berskala nasional maupun internasional, di antaranya Karya Kreatif Indonesia, Festival Ekonomi Keuangan Syariah, serta beragam acara promosi produk lainnya yang diselenggarakan baik di dalam maupun di luar negeri. *( sukri/red)


Tinggalkan Balasan