Ternate – Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Mochtar Hasim, menyampaikan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan tren positif sejak Januari hingga April 2026.

Dari target PAD sebesar Rp159 miliar pada tahun 2026, realisasi telah mencapai sekitar Rp45 miliar atau 28 persen. Capaian ini ditopang oleh pajak daerah, retribusi, serta pendapatan sah lainnya.

Mochtar menjelaskan, khusus pajak daerah dengan target lebih dari Rp1,2 miliar, hingga 20 April 2026 telah terealisasi sebesar 34 persen. Dengan capaian tersebut, target triwulan I dinilai telah terpenuhi dan kini bergerak menuju awal triwulan II.

“Pada triwulan II, dengan sisa waktu dua bulan, saya optimistis target dapat tercapai. Apalagi di awal saja kita sudah menyentuh 34 persen, tinggal 6 persen lagi menuju 40 persen,” ujarnya, Rabu 22 April 2026.

Sementara itu, realisasi retribusi daerah dari target lebih dari Rp40 miliar baru mencapai sekitar Rp6 miliar atau 15 persen. Meski demikian, pihaknya tetap optimistis capaian retribusi dapat ditingkatkan hingga mendekati 40 persen pada triwulan II.

“Secara akumulasi, baik dari pajak daerah, retribusi, hingga pendapatan lainnya sudah mencapai sekitar Rp45 miliar atau 28 persen. Harapannya, pada akhir triwulan II bisa mencapai target yang ditetapkan,” katanya.

Lebih lanjut, Mochtar menyebut sumber PAD terbesar berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak restoran, perhotelan, reklame, hingga sektor hiburan.

Untuk retribusi, kontribusi terbesar berasal dari layanan kesehatan, persampahan, dan pelayanan pasar, serta tempat rekreasi wisata. Sementara itu, retribusi penggunaan tenaga kerja asing yang dikelola Dinas Tenaga Kerja masih tergolong rendah.

Ia berharap, di tengah pengurangan anggaran Transfer ke Daerah (TKD), peran aktif masyarakat sebagai wajib pajak dan retribusi sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan Kota Ternate sebagai kota jasa.


Sumber: RRI Ternate