Kapolda Malut Ajak Masyarakat Patani Barat Kembali Rajut Persaudaraan
Hateng – Dua momen berbeda namun sarat makna mewarnai kunjungan Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Waris Agono, di wilayah terdampak konflik Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Minggu 5 April 2026.
Di satu sisi, suasana haru tak terbendung saat Kapolda memeluk seorang warga yang menangis di tengah puing bangunan yang hangus terbakar. Warga tersebut tampak menunduk, larut dalam kesedihan, sementara Kapolda menenangkan diri dengan pelukan hangat, sebuah gambaran nyata luka yang ditinggalkan konflik.
Namun di sisi lain, harapan justru terlihat dari wajah anak-anak yang menyambut kedatangan Kapolda. Dengan polos dan penuh semangat, mereka berdiri berjajar sambil memberi salam hormat dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kapolda pun membalas dengan senyum dan isyarat hangat, menciptakan suasana yang kontras dari duka menuju harapan.
Momen ini menjadi simbol bahwa di tengah luka yang masih terasa, masa depan tetap harus dijaga. Anak-anak menjadi pengingat bahwa kedamaian adalah warisan yang harus diperjuangkan bersama.
Di hadapan warga, Kapolda menyampaikan pesan yang kuat dan menyentuh bahwa “Hasutan menyebabkan konflik, dan konflik akan selalu meninggalkan luka dan tangis, untuk itu mari tinggalkan hasutan demi masa depan NKRI yang lebih damai,” ujarnya.
Pesan tersebut menggema di tengah masyarakat yang masih berupaya bangkit dari dampak konflik. Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menjalin persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi.
Kehadiran Kapolda memastikan di tengah warga bukan sekadar situasi keamanan, namun juga membawa pendekatan humanis, merangkul, mendengar, dan menguatkan.
Dari pelukan penuh air mata hingga senyum anak-anak yang penuh harapan, tersirat satu pesan kuat: bahwa kedamaian bukan hanya kebutuhan hari ini, tetapi juga untuk masa depan generasi berikutnya.
Sumber: RRI Ternate


Tinggalkan Balasan