Topikberita.id., Ternate – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Maluku Utara menggelar aksi bersih-bersih di kawasan situs bersejarah Benteng Kalamata, Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kebudayaan yang dilaksanakan serentak oleh satuan kerja di lingkungan Kementerian Kebudayaan di seluruh Indonesia.

Kepala BPK Maluku Utara, Muhammad Tang, mengatakan aksi tersebut bertujuan menjaga kelestarian situs bersejarah sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya merawat warisan budaya.

“Pagi hari kami melaksanakan kegiatan bersih-bersih situs bersama seluruh staf kantor dan teman-teman juru pelihara yang ada di Kota Ternate,” ujar Tang.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni peringatan Hari Kebudayaan, melainkan bagian dari upaya perawatan situs yang rutin dilakukan, terutama oleh para juru pelihara Benteng Kalamata.

Tang menyebutkan, sepanjang 2026, BPK Maluku Utara telah melaksanakan tiga kali kegiatan bersih-bersih situs. Dua kegiatan sebelumnya berlangsung di Benteng Oranje, sedangkan kegiatan kali ini dipusatkan di Benteng Kalamata.

Ia menegaskan, pelestarian warisan budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau Kementerian Kebudayaan, tetapi juga seluruh masyarakat.

“Warisan budaya ini milik kita bersama. Bukan hanya milik pemerintah atau Kementerian Kebudayaan, tetapi milik masyarakat Indonesia. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat warisan budaya tersebut,” ungkapnya.

Tang menjelaskan, kegiatan pelestarian pada 2026 difokuskan di Kota Ternate, khususnya Benteng Kalamata dan Benteng Oranje. Sementara pada 2027, BPK Maluku Utara merencanakan kegiatan serupa di Kota Tidore Kepulauan.

Dua situs yang menjadi sasaran kegiatan berikutnya adalah Benteng Tahula dan Benteng Torre. BPK juga berencana melibatkan masyarakat setempat agar perawatan situs bersejarah dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Tahun depan, kami merencanakan kegiatan serupa di Tidore karena di sana juga terdapat beberapa situs, seperti Benteng Tahula dan Benteng Torre, yang membutuhkan perhatian dan pembersihan,” tuturnya.

“Kami juga ingin melibatkan masyarakat sekitar agar pelestarian situs ini menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, BPK Maluku Utara berharap keterlibatan masyarakat dalam menjaga warisan budaya semakin meningkat. Dengan perawatan dan partisipasi bersama, situs-situs bersejarah di Maluku Utara diharapkan tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.*(Iksan/red)