Topikberita.id., Ternate – Pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji Kota Ternate untuk musim haji 2027 dikenakan biaya mandiri sebesar Rp.1.537.000 per orang. Tarif tersebut merupakan biaya medical check up (MCU) yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kota Ternate Nomor 14 Tahun 2023 tentang Retribusi Kesehatan.

Sekretaris Tim Kesehatan Haji Kota Ternate, Nuraini, mengatakan biaya tersebut mencakup sejumlah pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari proses penentuan istitha’ah kesehatan calon jemaah haji.

“Untuk medical check up itu berbiaya mandiri. Terdiri dari pemeriksaan laboratorium darah lengkap, EKG atau rekam jantung, radiologi, pemeriksaan gula darah lanjutan HbA1c, urine lengkap dan pemeriksaan lainnya. Totalnya Rp1.537.000,” ujar Nuraini. Rabu, (7/10/2026)

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan jasmani dan rohani calon jemaah haji sebagai salah satu persyaratan dalam menentukan kemampuan kesehatan untuk melaksanakan ibadah haji.

Nuraini menjelaskan, jenis pemeriksaan kesehatan mengacu pada ketentuan pemerintah pusat melalui regulasi mengenai istitha’ah kesehatan haji. Sementara tarif pemeriksaannya mengacu pada Perda Kota Ternate Nomor 14 Tahun 2023 tentang Retribusi Kesehatan.

“Untuk pemeriksaan kesehatan haji, item pemeriksaannya berdasarkan ketentuan pusat berdasarkan Permenkes haji. Jadi item pemeriksaan itu sudah diatur dalam Permenkes haji. Kemudian untuk pembiayaannya kita ambil dari Perda Retribusi Kesehatan Nomor 14,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji Kota Ternate telah dijadwalkan secara bertahap mulai 5 hingga 14 Oktober 2026. Dalam pelaksanaannya, sekitar 50 calon jemaah haji diperiksa setiap hari.

Nuraini memastikan informasi mengenai alur pemeriksaan, jenis pemeriksaan hingga pembiayaan telah disampaikan kepada calon jemaah haji melalui kegiatan manasik kesehatan haji mandiri.

“Sampai saat ini sudah kami sosialisasikan terkait alur pemeriksaan, pembiayaan dan semuanya pada saat manasik haji mandiri. Sejauh ini belum ada jemaah haji yang mengeluhkan langsung kepada kami,” katanya.

Selain melalui kegiatan manasik, komunikasi dengan calon jemaah haji juga dilakukan melalui grup komunikasi yang telah dibentuk. Dengan demikian, informasi terkait jadwal, alur maupun tahapan pemeriksaan dapat disampaikan secara langsung.

Nuraini menyebut, pelaksanaan pemeriksaan sejauh ini berjalan lancar dan belum terdapat keluhan dari calon jemaah haji terkait proses maupun biaya pemeriksaan.

“Sejauh ini pemeriksaan berjalan baik dan lancar. Belum ada keluhan yang kami terima dari jemaah,” pungkasnya.*(Iksan/red)