Kanwil Ditjenpas Malut Perkuat Peran Humas Hadapi Arus Informasi Digital
Topikberita.id., Ternate – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku Utara memperkuat kapasitas jajaran humas dalam menghadapi derasnya arus informasi di ruang digital.
Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis Penguatan Kehumasan dan Pemberitaan Pemasyarakatan yang digelar di Aula Kanwil Ditjenpas Maluku Utara, Ternate, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan ini diarahkan untuk mewujudkan komunikasi publik yang profesional, aktual, akurat, dan berintegritas di lingkungan Pemasyarakatan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku Utara, Bagus Kurniawan, mengatakan humas memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi, kepercayaan publik, sekaligus menjaga reputasi organisasi.
Menurut Bagus, fungsi humas tidak sebatas menyampaikan informasi kepada masyarakat. Humas juga menjadi jembatan antara pimpinan organisasi dengan publik serta berperan sebagai mata dan telinga pimpinan dalam memantau, merekam, dan mengevaluasi opini publik yang berkembang.
“Humas itu sangat penting. Humas berperan dalam menghadapi krisis, strategi komunikasi, kepercayaan publik, dan reputasi organisasi,” ujar Bagus.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital menuntut pengelola humas untuk mampu memproduksi konten komunikasi publik yang informatif dan edukatif.
Konten tersebut dapat dikemas dalam berbagai bentuk, mulai dari infografis, foto, video edukatif hingga informasi kegiatan yang disebarluaskan melalui media sosial dan situs resmi organisasi.
Bagus juga mendorong jajaran humas pada seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan untuk lebih aktif memanfaatkan media sosial dalam menyampaikan berbagai program dan kegiatan positif di lingkungan Pemasyarakatan.
Menurutnya, setiap UPT memiliki banyak potensi yang dapat dikemas menjadi informasi publik, termasuk program pembinaan warga binaan.
Ia mencontohkan kegiatan pembuatan Tenun Donggala di Rutan Donggala yang dapat diangkat sebagai bagian dari program pembinaan sekaligus menjadi ciri khas UPT.
“Gunakanlah media sosial ini untuk menjaga reputasi kita. Banyak kegiatan di Lapas dan Unit Pelaksana Teknis lainnya yang bisa membuat citra Pemasyarakatan kembali baik,” kata Bagus.
Selain produksi konten, kemampuan menghadapi situasi krisis juga menjadi perhatian dalam penguatan fungsi humas. Bagus menilai kecepatan dan ketepatan penyampaian informasi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat, terutama ketika menghadapi isu yang berkembang di ruang publik dan digital.
Ia juga mendorong penguatan kemitraan dengan media massa. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi mengenai program, kegiatan, serta capaian Pemasyarakatan kepada masyarakat.
Bagus berharap kegiatan bimbingan teknis tersebut dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan jajaran humas, khususnya dalam produksi konten digital, fotografi, produksi dan penyuntingan video, serta penyampaian informasi secara cepat dan tepat.
“Inti peran Humas adalah menjaga komunikasi, kepercayaan, dan reputasi organisasi, terutama ketika mengalami krisis di ruang publik dan digital,” pungkasnya.*(Iksan/red)


Tinggalkan Balasan