Topikberita.id., Morotai – Kebakaran lahan melanda kawasan Puncak Desa Ngele-Ngele Kecil, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Kebakaran dilaporkan berlangsung selama dua hari hingga Minggu (27/9/2026) malam dan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Kobaran api menghanguskan sejumlah lahan perkebunan produktif milik warga. Tanaman komoditas seperti cengkih, pala, hingga berbagai jenis tanaman palawija dilaporkan ikut terbakar.

Warga setempat, Hairun Dahrul Firdaus, mengatakan kondisi lahan yang kering serta tiupan angin cukup kencang membuat kobaran api sulit dikendalikan.

Warga telah berupaya melakukan pemadaman secara gotong royong dengan menggunakan peralatan seadanya. Namun, kondisi medan di kawasan puncak dan keterbatasan sumber air menjadi kendala dalam proses pemadaman.

“Warga sudah berusaha memadamkan api secara bersama-sama, tetapi kondisi medan dan keterbatasan air membuat api masih sulit dikendalikan,” kata Hairun. Pada media ini. Senin, (28/9/2026)

Menurutnya, kobaran api juga mulai mendekati sejumlah area perkebunan yang berada lebih dekat dengan permukiman warga. Kondisi ini membuat masyarakat khawatir api terus meluas dan menghanguskan lebih banyak lahan milik warga.

Kebakaran tersebut tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat karena lahan yang terbakar merupakan perkebunan produktif yang menjadi sumber penghidupan warga.

Salah satu warga yang kebunnya terdampak kebakaran mengaku pasrah menghadapi musibah tersebut. Meski kehilangan tanaman yang selama ini menjadi sumber penghasilan, warga tetap berusaha tegar.

“Tidak apa-apa, ini mungkin ujian dari Tuhan. Yang penting kami masih diberikan kesehatan,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, warga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai segera turun tangan membantu proses pemadaman. Bantuan personel, peralatan pemadam, maupun dukungan air dinilai dibutuhkan untuk mencegah api terus meluas.

Warga juga meminta penanganan dilakukan secepatnya mengingat kobaran api telah berlangsung selama dua hari dan mulai mengarah ke kawasan perkebunan yang lebih dekat dengan permukiman.

Hingga Minggu malam, penyebab awal munculnya titik api belum diketahui secara pasti. Warga berharap kebakaran segera dikendalikan dan tidak merembet ke perkebunan maupun permukiman warga lainnya.*(Tim/red)