Topikberita.id., Halteng – Aliansi Pemuda Peduli Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, membantah tudingan bahwa aksi demonstrasi dan pemboikotan aktivitas pelayanan Kantor Kecamatan Pulau Gebe berkaitan dengan kepentingan politik maupun aktivitas perusahaan tambang.

Koordinator Lapangan Aliansi Pemuda Peduli Pulau Gebe, Kamil Hi Kamari, menegaskan aksi yang digelar pada Senin (21/9/2026) tersebut murni dilakukan untuk mendesak pemerintah segera menyelesaikan persoalan pelayanan listrik dan air bersih di Pulau Gebe.

“Kami menegaskan aksi Pemuda Peduli Pulau Gebe kemarin murni dan jauh dari isu tendensi politik. Aksi ini juga tidak berkaitan dengan aktivitas sejumlah perusahaan tambang yang beroperasi di Pulau Gebe,” kata Kamil kepada media ini, Selasa (22/9/2026).

Menurut Kamil, pemalangan dan pemboikotan Kantor Kecamatan Pulau Gebe dilakukan sebagai bentuk desakan agar pemerintah segera merespons persoalan pelayanan dasar yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Mereka meminta Bupati Halmahera Tengah bersama instansi teknis terkait turun langsung ke Pulau Gebe untuk melihat dan menangani persoalan tersebut.

“Tuntutan kami, Bupati beserta instansi terkait, yaitu PLN Sofifi, PLN Weda, dan PDAM Weda, datang ke Pulau Gebe dengan membawa mesin pembangkit listrik dan mesin pembangkit PDAM,” ujarnya.

Selain listrik dan air bersih, Aliansi Pemuda Peduli Pulau Gebe juga mendesak pemerintah memperbaiki layanan komunikasi dan internet di wilayah tersebut.

Mereka meminta jaringan komunikasi dibangun secara memadai agar masyarakat Pulau Gebe tidak lagi bergantung pada jaringan atau tower pantulan dari Kecamatan Patani.

Kamil menegaskan, aksi pemboikotan akan terus dilakukan apabila tuntutan masyarakat tidak mendapat respons dari pemerintah dan instansi terkait.

“Apabila tuntutan kami tidak diindahkan, Aliansi Pemuda Peduli Pulau Gebe akan tetap memboikot aktivitas pelayanan di Kantor Kecamatan,” katanya.(Tim/red)