Kunjungi Home Industri Fala Satu Putri Ternate, Wamenaker Dorong Produk Lokal Malut Go Ekspor
Topikberita.id., Ternate – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Afriansyah Noor, mendorong pelaku usaha mikro di Maluku Utara untuk terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pemasaran hingga ke pasar internasional.
Dorongan tersebut disampaikan Afriansyah saat mengunjungi Home Industri Fala Satu Putri di Kelurahan Tafure, Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (18/9/2026).
Dalam kunjungan itu, Afriansyah didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Maluku Utara, Marwan Polisiri, serta jajaran Nakertrans Maluku Utara.
Wamenaker melihat langsung proses produksi sekaligus berbagai produk olahan pangan lokal yang dikembangkan kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan Fala Satu Putri yang beranggotakan enam orang.
Afriansyah menilai produk yang dihasilkan Fala Satu Putri memiliki kualitas dan kemasan yang cukup baik untuk terus dikembangkan. Menurutnya, produk UMKM di Ternate memiliki peluang untuk tidak hanya bersaing di pasar domestik, tetapi juga menembus pasar internasional.
“Kalau kita lihat kualitas produk UMKM di Ternate saat ini sangat luar biasa. Ini punya potensi besar untuk terus kita dorong sehingga ke depan bisa siap ekspor,” ujar Afriansyah.
Ia mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan bersama pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha secara mandiri.
Menurutnya, dukungan tersebut dilakukan melalui pemberian bantuan, pelatihan, serta pendampingan agar usaha masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Melalui Kementerian Ketenagakerjaan dan pemerintah provinsi, Presiden menginstruksikan kepada kami untuk terus meningkatkan potensi dan kemampuan masyarakat di bidang usaha. Tindak lanjut dari kami adalah memberikan bantuan serta pelatihan agar usaha mereka makin berkembang,” katanya.
Sementara itu, pemilik Home Industri Fala Satu Putri, Mariyani Ade, mengatakan usahanya memanfaatkan bahan baku lokal untuk diolah menjadi berbagai produk makanan ringan khas Ternate.
Beberapa produk yang dihasilkan di antaranya stik pala, stik keju kenari, stik ikan tore, stik bawang, dan stik ubi ungu.
Mariyani menyebutkan, usahanya telah mendapat bantuan peralatan dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Maluku Utara serta kesempatan mengikuti pelatihan Sidhakarya.
Dukungan tersebut dinilai membantu kelompok usaha dalam meningkatkan kapasitas produksi dan pengembangan produk.
Ia berharap dukungan pemerintah dapat terus berlanjut sehingga Fala Satu Putri dapat menambah varian serta menciptakan produk olahan baru.
“Harapan saya semoga ke depannya bisa terus menambah varian dan produk olahan terbaru lagi,” kata Mariyani.
Dalam kunjungan tersebut, Wamenaker juga turut membeli seluruh produk Fala Satu Putri yang dipajang.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Maluku Utara, Irnawati Dahman, berharap dukungan terhadap pelaku TKM tidak berhenti pada program TKM tahun 2025, tetapi dapat dilanjutkan pada 2026.
Menurut Irnawati, masih terdapat sekitar 80 penerima TKM Pemula yang membutuhkan program lanjutan untuk mengembangkan usaha yang telah mereka rintis.
“Kami sangat berharap perbankan dan seluruh jajaran pemerintah daerah bisa sama-sama membina TKM di Kota Ternate karena mereka membutuhkan tambahan modal,” ujar Irnawati.
Selain dukungan permodalan, Irnawati juga mendorong keterlibatan sektor ritel modern dalam memperluas akses pemasaran produk lokal Maluku Utara.
“Selain itu, kerja sama dengan Indomaret maupun toko-toko retail di Ternate sangat diperlukan agar produk lokal Maluku Utara semakin berkembang,” pungkasnya.
Penguatan kapasitas usaha, akses permodalan, pelatihan, serta perluasan jaringan pemasaran dinilai penting untuk mendorong UMKM Maluku Utara semakin berkembang.
Dengan dukungan tersebut, produk olahan lokal diharapkan tidak hanya mampu memperluas pasar di dalam daerah dan nasional, tetapi juga memiliki peluang untuk menembus pasar ekspor.*(Iksan/red)


Tinggalkan Balasan