Topikberita.id., Ternate – Owner investasi Zahra Berkah, Sahriyani, diamankan dan menjalani pemeriksaan di Polres Ternate, Maluku Utara, Kamis (17/9/2026).

Pengamanan dilakukan polisi setelah Sahriyani sempat dikepung puluhan member di kawasan Pelabuhan Feri Ternate. Sebelumnya, Sahriyani dicegat sejumlah member di Sofifi saat mengendarai sepeda motor.

Para member disebut meminta kejelasan terkait pencairan dana investasi yang hingga kini belum diterima.

Setelah tiba di Pelabuhan Feri Ternate, Sahriyani kembali dikepung para member. Aparat kepolisian kemudian turun tangan dan mengamankannya menggunakan mobil untuk dibawa ke Mapolres Ternate.

Situasi di depan kantor Polres Ternate sempat memanas. Cekcok terjadi antara sejumlah member dengan leader investasi Zahra Berkah.

Kasat Reskrim Polres Ternate, IPTU Arif Budi Aji, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban dan total kerugian yang dilaporkan.

“Korban masih kami hitung karena malam ini banyak yang datang,” kata IPTU Arif Budi Aji.

Kepolisian juga mulai melakukan serangkaian langkah penyelidikan terkait aktivitas investasi tersebut.

Polisi akan berkoordinasi dengan Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menelusuri legalitas serta aktivitas investasi Zahra Berkah.

Selain itu, penyidik akan memeriksa rekening koran untuk mengetahui aktivitas transaksi perbankan yang berkaitan dengan investasi tersebut.

Polisi juga akan memanggil dan memeriksa sejumlah leader investasi Zahra Berkah guna mendalami mekanisme penghimpunan dan pencairan dana dari para member.

Jika nantinya ditemukan tindak pidana asal, kepolisian juga akan melakukan penelusuran terhadap dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sebelumnya, OJK Maluku Utara telah memanggil Sahriyani untuk memberikan klarifikasi terkait legalitas aktivitas investasi Zahra Berkah.

Namun, Sahriyani disebut tidak memenuhi panggilan tersebut. Penanganan persoalan ini kemudian dilimpahkan kepada Polda Maluku Utara untuk ditindaklanjuti.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman, termasuk mendata jumlah korban dan nilai kerugian yang dilaporkan para member.*(Tim/red)