Topikberita.id., Ternate – Memasuki hari kedua operasi pencarian, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Ternate menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung Tim SAR Gabungan mencari seorang bocah berusia lima tahun yang masih hilang setelah perahu terbalik di perairan Dufa-Dufa, Kota Ternate, Maluku Utara, Senin (14/9/2026).

Bocah yang masih dalam pencarian tersebut bernama Muhammad Affan. Hingga Senin siang, Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan Dufa-Dufa untuk menemukan korban.

Dukungan logistik Baznas disalurkan melalui Baznas Tanggap Bencana (BTB) Kota Ternate bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate. Bantuan tersebut berupa kebutuhan konsumsi bagi personel yang terlibat dalam operasi pencarian.

Penanggung Jawab BTB Kota Ternate, Anca Nardiansyah, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Ternate Peduli sekaligus bentuk kepedulian Baznas terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Ini sudah menjadi mandatori bagi Baznas untuk selalu siap dan konsisten membantu pemerintah dalam penanganan warga yang tertimpa musibah, baik itu bencana alam maupun kejadian non-alam seperti musibah maritim ini,” ujar Anca.

Menurut Anca, dukungan logistik diperlukan untuk membantu menjaga stamina personel selama proses pencarian berlangsung. Terlebih, sekitar 90 personel gabungan terlibat dalam operasi SAR tersebut.

Personel yang terlibat terdiri dari Basarnas, TNI AL, Satpolair, BPBD, tim medis Dokes Polda Maluku Utara, serta penyelam dari Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI).

Peristiwa perahu terbalik terjadi pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIT. Perahu sampan yang membawa empat orang, terdiri dari satu orang dewasa dan tiga anak-anak, terbalik saat digunakan untuk memancing di perairan Dufa-Dufa.

Dari empat penumpang, dua anak berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, yakni Zaid Abdullah (10) dan Ibrahim (8). Sementara penumpang dewasa, Mudafar M. Kadir (44), dinyatakan meninggal dunia dalam proses evakuasi.

Hingga kini, Muhammad Affan masih menjadi satu-satunya korban yang dalam pencarian. Tim SAR Gabungan terus mengerahkan personel dan armada untuk menyisir perairan Dufa-Dufa dengan harapan korban segera ditemukan.*(Tim/red)