Ketua Golkar Ternate Soroti Dugaan Manipulasi Data Akademik di IAI As-Siddiq, BM Terancam Sanksi Partai
TopikBerita.id.,Ternate – Dugaan praktik manipulasi data akademik serta penerbitan ijazah yang diduga tidak sesuai prosedur resmi di Institut Agama Islam (IAI) As-Siddiq Kie Raha Ternate terus menjadi perhatian publik.
Dalam kasus yang masih bergulir tersebut, nama seorang anggota DPRD Kota Ternate berinisial BM disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan pengelolaan data akademik yang kini dipersoalkan keabsahannya.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate, Fuad Alhadi, menegaskan bahwa partainya memberikan perhatian serius terhadap kasus yang menyeret salah satu kadernya itu.
Fuad mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengikuti perkembangan kasus tersebut selama lebih dari sepekan. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan menghubungi BM sebelum akhirnya berhasil berkomunikasi melalui sambungan telepon.
“Saya sudah memantau kasus ini selama lebih dari seminggu. Saat berhasil berkomunikasi dengan BM, yang bersangkutan memberikan penjelasan terkait pemberitaan yang beredar. Saya langsung meminta agar ia bersama pihak kampus segera memberikan klarifikasi resmi dan menggunakan hak jawab,” ujar Fuad, Rabu (11/6/2026).
Menurutnya, langkah klarifikasi sangat penting agar informasi yang berkembang tidak bersifat sepihak dan masyarakat memperoleh penjelasan yang utuh.
Namun hingga kini, Fuad menilai belum ada langkah konkret dari BM maupun pihak pengelola IAI As-Siddiq Kie Raha untuk memberikan keterangan resmi kepada publik. Ia juga menyoroti sejumlah media yang sebelumnya memuat pemberitaan terkait kasus tersebut, namun kemudian menarik berita tanpa penjelasan lebih lanjut.
“Ketiadaan klarifikasi yang jelas tentu menimbulkan berbagai persepsi di tengah masyarakat. Karena itu, kami berharap ada penjelasan resmi agar persoalan ini menjadi terang,” katanya.
Fuad menegaskan, DPD II Partai Golkar Kota Ternate akan berkoordinasi dengan DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara yang dipimpin Alien Mus untuk mendapatkan arahan lebih lanjut terkait penanganan kasus tersebut.
Menurutnya, dugaan yang berkembang telah berdampak pada citra partai sehingga perlu disikapi secara serius dan sesuai mekanisme organisasi.
“Apabila nantinya terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa yang bersangkutan terlibat dalam praktik pemalsuan dokumen atau penerbitan ijazah yang tidak sesuai ketentuan, maka Partai Golkar akan mengambil langkah tegas sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku di internal partai,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, BM maupun pihak IAI As-Siddiq Kie Raha Ternate belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang berkembang tersebut. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi.*(sukri/red)


Tinggalkan Balasan