Kie Raha Economic Forum 2026, Akselerasi Investasi Sektor Non -Tambang Jadi Kunci Pertumbuhan Baru di Malut
TopikBerita.id., Ternate – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku Utara kembali menyelenggarakan Kie Raha Economic Forum (KREF) dengan mengusung tema “Akselerasi Investasi Daerah: Mendorong Sektor Non-Tambang Sebagai Mesin Pertumbuhan Baru Maluku Utara”.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat pemahaman serta membangun sinergi antar seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Kepala KPw BI Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, mengatakan bahwa forum ini dilaksanakan secara rutin setiap triwulan. Tujuan utamanya adalah menyajikan pembaruan informasi menyeluruh mengenai perkembangan ekonomi, mulai dari skala global, nasional, hingga kondisi riil yang terjadi di wilayah Maluku Utara.
“Jadi Kie Raha Economic Forum ini memang kita lakukan untuk memberikan update terkait perkembangan ekonomi terkini, baik dari sisi global, nasional maupun di Maluku Utara,” ujar Handi Susila saat diwawancarai usai kegiatan KREF yang berlangsung di Kantor Perwakilan BI Malut, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya setiap pelaksanaan (KREF) selalu mengangkat tema strategis yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Pada edisi kali ini, fokus pembahasan diarahkan secara khusus pada upaya percepatan investasi di sektor non-tambang, sebagai persiapan transisi dan alternatif sumber pertumbuhan ekonomi baru di Maluku Utara.
“Bagaimana kita mengakselerasi investasi terutama pada sektor non-tambang sebagai sektor yang perlu kita persiapkan untuk shifting dan menjadi alternatif pertumbuhan ekonomi baru di Maluku Utara,” tegasnya.
Lebih lanjut, Handi menjelaskan, Forum ini juga merupakan bagian dari strategi pendampingan atau advisory Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah. Melalui forum ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi dan pemahaman antara pemerintah daerah, pelaku usaha, sektor perbankan, serta para pemangku kepentingan lainnya terhadap kondisi dan tantangan ekonomi yang dihadapi Maluku Utara saat ini.
“Tujuan pelaksanaan forum ini adalah untuk mengupdate kondisi perekonomian terkini, karena kami ingin meningkatkan kesadaran pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan dan stakeholder lainnya agar memahami kondisi ekonomi yang terjadi di Maluku Utara,” jelas Handi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan potensi sumber daya alam serta sektor unggulan yang dimiliki Maluku Utara dapat dioptimalkan secara maksimal. Hal ini menjadi langkah nyata untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, kokoh, dan tidak lagi bertumpu pada satu sektor saja.
Kegiatan Kie Raha Economic Forum ini dihadiri oleh sejumlah narasumber dan pejabat tinggi, antara lain Perencana Ahli Utama Kementerian PPN/Bappenas, Drs. Sumedi Andono Mulyo; Chief Economist BCA, David E. Samual; Sekretaris Daerah Provinsi Malut; Kepala DJPb Malut; Kepala OJK Malut; Kepala BPS Malut; unsur Forkopimda, Kepala OPD terkait lingkup Pemkot Ternate, serta kalangan akademisi.* (sukri/red)


Tinggalkan Balasan