BAPPENAS RI Gelar FGD Penguatan Media, Malut Jadi Lokasi Awal Program BEJOS
TopikBerita.id., Ternate – Kementerian Perencanaa Pembangunan Nasional/BAPPENAS RI menetapkan Maluku Utara sebagai lokasi pertama implementasi program penguatan pers dan media massa yang Bertanggung jawab, Edukatif, Jujur, Objektif, dan Sehat atau BEJOS.
Komitmen itu ditegaskan dalam Forum Group Discussion bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara di Kantor Bappedalitbang Kota Ternate, Senin (27/4/2026).
Direktur Ideologi Kebangsaan, Politik, dan Demokrasi BAPPENAS RI, Nuzula Anggeraini, menyebut program BEJOS merupakan bagian dari Asta Cita pertama Presiden Prabowo Subianto dan telah tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional lima tahun ke depan.
“Kita memilih Maluku Utara sebagai titik awal implementasi program penguatan pers dan media massa yang BEJOS mulai dari media lokal,” kata Nuzula.
Ia menekankan, pendekatan dari tingkat daerah penting agar manfaat program langsung dirasakan masyarakat, bukan hanya menjadi kebijakan di tingkat nasional.
Lebih lanjut, Nuzula menjelaskan BAPPENAS telah menyusun desain program jangka panjang untuk Maluku Utara yang berjalan mulai semester II 2026 hingga 2028.
“Konsep program ini akan didiskusikan dan disepakati bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem media,” ujarnya.
Untuk mempertajam rumusan, BAPPENAS akan menggelar FGD lanjutan bersama para jurnalis. Langkah ini diambil agar program benar-benar sesuai dengan kebutuhan, kapasitas, dan kepentingan daerah serta bermanfaat bagi insan pers di Maluku Utara.
Dalam FGD tersebut juga terungkap bahwa, lebih dari 300 media yang beroperasi di wilayah Maluku Utara. Namun, baru tiga lembaga media yang terverifikasi Dewan Pers.
Nuzula menilai, selain sebagai pilar demokrasi, keberadaan pers yang berkualitas menjadi kunci mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, peningkatan kualitas mendesak untuk dilakukan.
Tantangan utama yang dihadapi adalah minimnya SDM pers dan masih banyak jurnalis yang belum mengikuti Uji Kompetensi Wartawan.
“Soal jarak dan biaya, kita akan berkolaborasi dengan pihak berkompeten seperti Dewan Pers, serta pemerintah daerah yang siap memberikan dukungan,” pungkasnya.
Forum ini digelar sebagai wujud pelaksanaan kegiatan prioritas nasional untuk menciptakan media yang Bertanggung jawab, Edukatif, Jujur, Objektif, dan Sehat.
“Kami berharap, kualitas media di daerah semakin meningkat dan mampu menyajikan informasi yang akurat serta mendidik bagi publik,” kata Nuzula menutup.*(sukri/ red)


Tinggalkan Balasan